IQNA

Abdul Kahar Muzakkir, Sosok yang Berperan Menjembatani Persahabatan Palestina dan Indonesia

12:53 - October 12, 2023
Berita ID: 3479054
JAKARTA - Mendengar nama Abdul Kahar Muzakkir, sebagian orang mungkin masih merasa asing. Padahal, dulunya dia merupakan salah seorang tokoh penting yang banyak berperan dalam kemerdekaan Indonesia.

IQNA melaporkan yang dilansir dari kantor berita nasional.sindonews.com, Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir lahir di Playen, Gunung Kidul pada 16 April 1907. Dikenal sebagai seorang tokoh intelektual Tanah Air, dia memiliki latar belakang organisasi sosial keagamaan Muhammadiyah.

Pada buku “Muhammadiyah, 100 Tahun Menyinari Negeri”, Abdul Kahar diketahui sebagai putra dari Haji Muzakkir. Ayahnya tersebut dulunya dikenal luas sebagai pedagang kenamaan di Kotagede.

Lebih jauh, kakek Abdul Kahar adalah Haji Masyhudi. Dia diketahui sebagai salah satu tokoh penting dalam pendirian Muhammadiyah di Kotagede.

Sosok Abdul Kahar Muzakkir

Masa kecil Abdul Kahar dijalani di Kotagede. Mengutip laman Indonesia.go.id, Kamis (12/10/2023), dia sempat mengenyam pendidikan dasar di SD Kleco sebelum akhirnya masuk Pesantren Gading dan Krapyak di selatan Keraton Yogyakarta.

Saat berusia 18 tahun, Abdul Kahar berkesempatan untuk menjalani ibadah haji ke Mekkah. Namun, karena kondisi perang yang tengah melanda, akhirnya dia memutuskan untuk menuju Mesir.

Tak berdiam diri, Abdul Kahar melanjutkan pendidikan di Mesir. Selama belasan tahun, dia tercatat pernah menimba ilmu di sejumlah tempat seperti Universitas Al-Azhar hingga Darul Ulum.

Pengalaman Abdul Kahar selama mengenyam pendidikan di Mesir membuatnya cukup dekat dengan ulama Sunni Islam bernama Sayid Quttub. Tak hanya itu, dia juga aktif dalam berbagai pergerakan mahasiswa asal Asia Tenggara yang memperjuangkan kemerdekaan bagi negaranya.

Berperan dalam Upaya Pengakuan Kedaulatan Indonesia

Telah menetap cukup lama di Mesir, Abdul Kahar Muzakkir tidak melupakan tanah kelahirannya. Dalam hal ini, dia banyak berperan untuk menggalang dukungan pengakuan kedaulatan Indonesia, khususnya dari negara-negara di Timur Tengah, termasuk Palestina.

Selama hidup di Mesir, Abdul Kahar telah banyak berjibaku dengan dunia jurnalistik. Tercatat, dia banyak menulis artikel di sejumlah koran lokal Mesir seperti Al Hayat dan Al Balagh.

Sekitar 1931, Sayid Amin Huseini selaku Mufti Besar Palestina meminta Abdul Kahar hadir dalam Muktamar Islam Internasional. Dalam hal ini, dia akan menjadi perwakilan Asia Tenggara.

Peran Abdul Kahar cukup signifikan dalam membangun dukungan Timur Tengah atas kondisi Indonesia. Bersama statusnya, dia bisa menjadikan sejumlah pemimpin di Timur Tengah turut bersimpati terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Hasilnya pun cukup memuaskan. Bersama upaya yang menjembatani hubungan antara negaranya dengan kawasan Timur Tengah seperti Palestina, tak heran apabila pengakuan kemerdekaan Indonesia awalnya datang dari negara-negara tersebut.

Pulang Melanjutkan Perjuangan

Pulang dari Mesir, Abdul Kahar melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia. Salah satu partisipasi terbesarnya adalah ketika aktif terlibat di BPUPKI serta ikut merancang Piagam Jakarta.

Selain itu, jasa Abdul Kahar Muzakkir juga bisa dilihat dalam bidang pendidikan. Ia menjadi pencetus pendirian Sekolah Tinggi Islam yang menjadi cikal bakal UII.

Tujuannya cukup mulia, yakni didasari pemikiran bahwa umat Islam harus menjadi kelompok yang maju, agar nantinya mereka juga akan ikut memimpin Indonesia di masa depan.

Pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahi Abdul Kahar Muzakkir sebagai Pahlawan Nasional. Penganugerahan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK tahun 2019 tertanggal 7 November 2019. (HRY)

 

captcha