IQNA

Nasrallah: Jika Pecah Perang Regional, Kapal dan Armada AS Tanggung Akibatnya!

14:20 - November 04, 2023
Berita ID: 3479161
Lebanon (IQNA) - Pemimpin Gerakan perlawanan Islam di Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah mengeluarkan ancaman sangat keras terhadap Amerika Serikat dalam pidatonya pada Jum’at malam, menekankan bahwa perlawanan Islam sudah menyiapkan Langkah-langkah untuk menghadapi AS-Israel di Kawasan, dan skenario perang regional pasti terjadi.
“Israel khawatir peperangan ini akan semakin mengarah pada perang regional, dan skenario ini realistis serta pasti bisa terjadi,” ungkap Sayed Nasrallah, menambahkan, “Semua pilihan ada di meja di front Lebanon, saya ulangi! semua pilihan ada di meja!
 
Ia menjelaskan bahwa mereka yang meminta Hizbullah untuk memasuki pertempuran penuh dengan musuh menganggap apa yang dilakukan Hizbullah sejauh ini sederhana, sementara kenyataan di lapangan jauh berbeda. Ia juga menegaskan bahwa serangan yang sudah dilancarkan saat ini akan ditingkatkan lagi di masa depan.
 
Pimpinan Hizbullah tersebut menjabarkan bahwa sejauh ini telah memaksa sepertiga tentara Israel dan separuh angkatan lautnya diarahkan ke utara, bukan ke Gaza. 43 kota dan desa Israel juga telah dievakuasi warga sipilnya.
 
Ia menegaskan bahwa serangan pendahuluan terhadap Hizbullah, yang saat ini telah dipertimbangkan Israel, akan menjadi kesalahan terbesar bagi entitas itu jika sampai dilaksanakan.
 
Ancaman AS dan permintaan Negara-negara Arab
 
Sayyed Nasrallah mengungkap bahwa mereka menerima pesan dari negara-negara Arab setiap hari yang meminta Hizbullah untuk tidak bertindak. Amerika Serikat juga mengirimkan pesan ancaman untuk membombardir Lebanon jika sampai mengambil Tindakan menyerang Israel.
 
Menjawab ancaman-ancaman ini Sayed Nasrallah menekankan bahwa apa yang Israel lakukan di Gaza, pembantaian terus-menerus terhadap warga sipil, membuat perlawanan semakin percaya diri dan yakin untuk melawan, menantang, dan tidak menyerah kepada musuh.
 
“Amerika mengancam kami, jika anda membuka front utara, kapal induk akan membom kami, ancaman ini tidak akan mengubah pendirian kami. Dan kelompok demi kelompok akan bergabung dalam perang ini,” tegasnya.
 
Ia menegaskan bahwa Eskalasi perang ini tergantung pada dua faktor. Faktor pertama adalah apa yang terjadi di Gaza dan bagaimana perkembangan situasi di sana. Faktor kedua adalah bagaimana tindakan Zionis terhadap Lebanon
 
“Jika Israel mengebom warga sipil kami, kami akan mengebom warga sipil mereka, tindakan mereka akan menentukan tindakan kami.”
 
Mengirim pesan lebih keras terhadap pesan Amerika yang mengatakan bahwa mereka akan mengebom Iran jika Hizbullah melanjutkan serangan ke Israel, pimpinan Hizbullah mengatakan Langkah-langkah untuk menargetkan kapal-kapal AS di Laut Mediterania sudah disiapkan.
 
“Beraninya kalian mengancam perlawanan kami? Kapal-kapal kalian di Mediterania tidak membuat kami takut!” tegasnya. “Kami telah membuat ‘persiapan’ untuk kapal-kapal Amerika, dan kami meminta Amerika untuk mengingat kekalahan mereka di Afghanistan, Irak, Suriah dan Lebanon,” ancamnya lebih jauh.
 
Sayyed Nasrallah memberikan ultimatum tegas kepada Washington, bahwa jika Amerika ingin mencegah perang regional, maka agresi terhadap Gaza harus dihentikan.
 
“Saya yakinkan Amerika! jika terjadi perang regional, kapal -kapal dan angkatan udara mereka akan menanggung akibatnya!”
 
Kemenangan Mutlak
 
Sebagai kesimpulan, pidato Sayyed Hasan Nasrallah pada upacara tersebut menyampaikan komitmen teguh kelompok perlawanan terhadap tujuan mereka, dampak regional dari tindakan mereka, dan perlunya semua pihak bersiap menghadapi perkembangan di masa depan. Beliau menegaskan bahwa meskipun ada banyak tantangan, kemenangan Gaza dan kemenangan Palestina tetap menjadi tujuan akhir, menandakan harapan untuk masa depan yang lebih cerah dan perayaan keberhasilan kolektif mereka.
 
Berbicara kepada rakyat Palestina dan pejuang perlawanan yang terhormat di kawasan, Sayyed Nasrallah mengatakan: Meskipun kita mungkin memerlukan lebih banyak waktu, perlu dicatat bahwa kita saat ini mencapai kemenangan dalam berbagai aspek, seperti yang kita lakukan pada tahun 2006, di Gaza, dan begitu juga perlawanan Palestina di Tepi Barat secara konsisten telah mencapai prestasi. Pertempuran ini ditandai dengan keteguhan, kesabaran, ketahanan, dan akumulasi prestasi, semuanya bertujuan untuk mencegah musuh mencapai tujuannya.
 
“Sangat penting bagi kita semua untuk berusaha menghentikan agresi terhadap Gaza, memastikan kemenangan perlawanan,” ujarnya meyakinkan.
 
Memberikan harapan kepada rakyat Palestina atas kemenangan besar mereka, Sayed berkata, “Berdasarkan pengalaman pribadi dan interaksi saya dengan Imam Khamenei, Saya dapat membuktikan kepercayaan dan keyakinannya yang tak tergoyahkan bahwa Gaza pada akhirnya akan menang, dan bahwa Palestina akan meraih kemenangan; beliau menyampaikan hal ini kepada kami pada hari-hari awal agresi bulan Juli.”
 
“Gaza akan menang, Palestina akan menang, dan kita akan segera berkumpul untuk merayakan kemenangan ini,” Sayyed Nasrallah memberikan kesimpulan. (HRY)
 
Sumber: arrahmahnews.com
 
captcha