
Menurut Iqna, pawai An-Nashr sebagai rasa syukur atas kemenangan perlawanan dan rakyat Palestina diadakan hari Jumat, 17 Januari, setelah salat Jumat, serentak di Teheran dan seluruh negeri.
Pawai perayaan kemenangan pemberlakuan gencatan senjata antara Hamas dan rezim Zionis perampas kekuasaan dan pembunuh anak-anak, setelah 465 hari perlawanan rakyat Gaza terhadap genosida Zionis, diadakan di Teheran dengan kehadiran berbagai lapisan masyarakat dan dalam perjalanan menuju musholla Imam Khomeini (qs).
Para peserta pawai ini membawa foto Pemimpin Tertinggi Revolusi, syahid Sayyid Hasan Nasrullah, dan para pemimpin Hamas yang syahid; Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar dan para syuhada perlawanan lainnya serta bendera Republik Islam Iran, Palestina dan Hizbullah, serta meneriakkan slogan-slogan seperti "Allahu Akbar, La ilaha illallah, mampus Israel, Nashrun minallah, fathun qarib, Palestina menang; Israel sirna, Hizbullah menang, kita semua adalah prajurit Khamenei, mendengarkan perintah Khamenei, oh jika Khamenei memerintahkan jihad, darah di nadi kita adalah hadiah untuk pemimpin kita, O pemimpin kebebasan, kami siap, siap dan... " dan mengutuk kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina dan pembunuhan warga sipil dan anak-anak di tangan rezim pendudukan Zionis.
Di akhir pawai An-Nahsr, dikeluarkan pernyataan empat poin, dan para peserta pawai mengucapkan selamat kepada bangsa Palestina yang tertindas, rakyat pejuang Gaza, dan para syuhada kebanggaan Quds yang membuka jalan bagi kemenangan bersejarah ini dengan keberanian mereka, dan berkata: “Kami, rakyat Iran Islam, sambil menekankan prinsip hak untuk mempertahankan tanah kami dan hak-hak sah rakyat Palestina, menyatakan bahwa Operasi “Badai Al-Aqsa” adalah pencapaian terbesar Front Perlawanan dalam sejarah kontemporer dan simbol kekuatan iman dan kemauan rakyat Palestina melawan pendudukan rezim Zionis. Kesepakatan gencatan senjata dan perubahan keseimbangan kekuatan adalah hasil perlawanan heroik rakyat Palestina terhadap kebijakan Zionisme global. (HRY)