
Menurut Iqna mengutip Konsulat Kebudayaan Iran di Indonesia, acara peluncuran dua lagu bermakna karya Sulis, seorang penyanyi religi Indonesia ternama yang telah aktif di bidang keluarga dan Nabi Muhammad (saw) selama bertahun-tahun, digelar pada Jumat, 13 Februari, di Pusat Kebudayaan dan Seni Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Pada acara ini, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh politik dan budaya terkemuka, termasuk Menteri Koperasi Indonesia Ferry Juliantono, Duta Besar Palestina Dr. Abdulfattah Al Sattari, Duta Besar Malaysia, Wakil Ketua Parlemen Jakarta, Asisten Khusus Menteri Agama, Penasihat Kebudayaan, dan Petugas Humas Kedutaan Besar Republik Islam Iran, dua karya, "Suara Sukma Palestina" (Shalawat Cinta untuk Gaza) dan "Shalawat Cinta" (Satukan Hati), diresmikan.
Suara Sukma Palestina; Musik Adalah Alat Perlawanan
Dalam bagian dari acara ini, Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia, sambil memuji tindakan para seniman yang berdedikasi, menyatakan: "Kita dapat menjadi suara rakyat Palestina dan Gaza dengan cara apa pun, dan musik adalah salah satu alat artistik terpenting dalam mendukung Gaza."

Sulis: Apa yang Terjadi di Gaza Bukanlah Perang, Melainkan Genosida
Kedua lagu tersebut dirilis secara bersamaan sebagai ungkapan doa, kecintaan kepada Nabi Muhammad (saw), dan keprihatinan terhadap isu-isu kemanusiaan yang saat ini terjadi di Palestina. Di sela-sela peluncuran karyanya, Sulis menekankan dukungannya yang berkelanjutan untuk Palestina, dengan mengatakan: "Selama rakyat Palestina belum merdeka, rakyat Indonesia akan berdiri di garis depan pembelaan mereka. Bebaskan Palestina!"

Menurut laporan tersebut, melalui lagu "Suara Sukma Palestina", Sulis berupaya mengungkapkan kecemasan dan simpati mendalamnya terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza. Karya tersebut, yang mengamati penderitaan di Gaza, disajikan sebagai suara hati nurani kemanusiaan yang "tak terucap", mengingatkan kita bahwa empati antar bangsa dan agama tetap hidup selama kemanusiaan masih ada.

Patut dicatat bahwa di akhir acara, Dr. Abdulfattah Al Sattari, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, juga menyampaikan pidato dan menyatakan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan. (HRY)