
Menurut Iqna mengutip Al-Kafeel, musabaqoh ini diadakan dengan dukungan Lembaga Ilmiah Alquran makam suci Abbasi (as) dan dengan partisipasi sekelompok qari dari 20 negara Arab dan non-Arab, dan bagian kelima dari kompetisi tilawah Alquran internasional Penghargaan Al-Ameed ketiga menyaksikan kehadiran tiga peserta dari Iran, Aljazair, dan Indonesia.
Musabaqoh ini diawasi oleh juri internasional yang terdiri dari Syekh Muhammad Basyouni dari Mesir, Bassem Al-Abidi dari Irak, Mushtaq Al-Ali dari Irak, Abdul Kabir Haidari dari Afghanistan, Muhammad Asfour dari Mesir, Sayyid Hassanein Al-Helou dari Irak, Sayed Karim Mousavi asal.
Pada episode kelima program tersebut, Mohsen Ghasemi dari Iran, Mostafa Jadid dari Aljazair, dan Muhammad Iqbal dari Indonesia berkompetisi dalam kategori remaja.
Episode ini juga menampilkan Shukrieh Rahyo, seorang lansia perempuan, pada usia 71 tahun, telah memulai perjalanan spiritual baru dan berhasil menghafal Alquran meskipun usianya sudah lanjut dan menghadapi berbagai tantangan hidup.

Setelah suami dan saudara-saudaranya gugur sebagai martir, ia menghabiskan bertahun-tahun menderita dan mengalami kesulitan, memikul tanggung jawab besar untuk membesarkan putrinya, dan tetap sabar serta gigih dalam menghadapi kesulitan.
Hari ini, Shukrieh Rahyo melanjutkan perjuangannya dengan keyakinan dan tekad untuk membuktikan bahwa meraih mimpi tidak dibatasi oleh usia dan bahwa kemauan keras, terlepas dari semua tantangan dan kesulitan, mampu menciptakan harapan. (HRY)