yang diselenggarakan oleh Dewan Komunitas Islam Sarajevo bekerja sama dengan departemen pariwisata negara tersebut; sebuah acara di mana spiritualitas, budaya, dan identitas keagamaan berpadu dengan dimensi pariwisata.
Menurut Iqna mengutip Muslims Around the World, acara tersebut diadakan di halaman Sekolah Ghazi Khosrow Beg yang bersejarah, salah satu bangunan Islam paling terkemuka di kota tua, di mana tempat tersebut berubah menjadi ruang yang semarak di Malam-malam Ramadhan, menggabungkan kedalaman warisan dengan keindahan masa kini.
Dalam program ini, Abdulghaffar Velić , Imam Besar Syura Sarajevo, dan Aziz Alili, seorang penghafal Alquran, membahas pengalaman Ramadhan dari perspektif agama dan budaya, menekankan bahwa bulan suci ini bukan hanya waktu untuk berpuasa dan berdoa, tetapi juga ruang untuk kedekatan sosial, dialog, dan saling mengenal.
Abdulghaffar Velić menekankan bahwa "Malam-malam Ramadhan" mencerminkan esensi bulan tersebut sebagai musim persatuan dan kebersamaan.
Kehadiran internasional menambah dimensi lain pada malam itu, dengan para influencer Inggris Christopher and Ben, yang dikenal sebagai "British Muslim Gentlemen", berbicara tentang kekaguman mereka terhadap kota itu hanya beberapa hari setelah tiba di Sarajevo.
Aktivitas-aktivitas yang bertujuan membangun jembatan antara Muslim Inggris dan Bosnia dan Herzegovina serta mempromosikan citra positif komunitas Muslim di Eropa.
Program "Malam-malam Ramadhan" Sarajevo menekankan bahwa kota ini menawarkan lebih dari sekadar program keagamaan; ini adalah pengalaman unik yang menggabungkan sejarah dan spiritualitas, ibadah dan seni, serta aspek lokal dan global. Program ini memperkenalkan Ramadhan sebagai jembatan budaya dan pariwisata, mendefinisikan kembali hubungan antara kota dan para pengunjungnya. (HRY)
4337774