
Menurut Iqna mengutip Kantor Berita Malaysia, para peserta konferensi pendidikan "Anak-Anak Tanah Air" 2026 di Malaysia pada hari Jumat, 1 Mei, mengusulkan pembentukan Dewan Nasional untuk Hafalan Alquran, dan usulan ini akan diajukan kepada Dewan Menteri Malaysia untuk ditinjau dan disetujui pada rapat yang dijadwalkan akan diadakan pada hari Rabu, 6 Mei.
Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Perdana Menteri Pertama Malaysia, mengatakan dalam hal ini: "Program ini bertujuan untuk memperkuat posisi pendidikan di bidang menghafal Alquran dalam kerangka sistem pendidikan nasional dan memastikan pembangunan kemanusiaan sejalan dengan pengetahuan dan etika."
Berbicara pada pembukaan konferensi di Kuala Lumpur World Trade Center, ia menambahkan: “Tujuan kami adalah untuk meluluskan para penghafal yang perannya bukan hanya menghafal Alquran; tetapi juga menjadi insinyur, dokter, ahli teknologi, pengusaha, dan pemimpin di masyarakat”.
Konferensi tersebut dihadiri oleh lebih dari 5.000 akademisi dan mahasiswa dan bertepatan dengan peringatan 80 tahun berdirinya Partai Amanah Negara Malaysia.
Ahmad Zahid, yang memimpin partai tersebut, menekankan perlunya fokus pada pendidikan hafalan Alquran sebagai prioritas nasional, menyatakan bahwa jenis pendidikan ini harus melampaui inisiatif seperti program taman kanak-kanak hafalan Alquran untuk anak-anak, program "Ulul Albab" dari Maktab Rendah Sains MARA (MRSM), dan pelatihan teknologi dan kejuruan dalam hafalan Alquran.
Di penghujung, ia menekankan pentingnya koordinasi antara lembaga pendidikan negeri dan swasta serta penyediaan pelatihan hafalan Alquran dalam suatu sistem dan lingkungan yang menjamin peluang kerja yang lebih luas. (HRY)