
Menurut Iqna mengutip Al-Kafeel, Divisi Kebudayaan dan Tabligh Qurani dari Pusat Studi Hauzah Mirats Anbiya (as) menyelenggarakan kursus virtual ini melalui platform online, yang diikuti oleh 180 mahasiswa dari dalam dan luar Irak.
Syekh Husein Al-Turabi, direktur pusat tersebut, mengatakan: "Kursus ini disertai dengan penyampaian pelajaran dan diskusi tentang Ulumul Quran".
Al-Turabi menambahkan: "Pusat tersebut memilih buku "Pelajaran Metodologi dalam Ulumul Quran" karya Sayyid Riad Al-Hakim untuk diajarkan dalam kursus ini karena keakuratan ilmiahnya, dan para mahasiswa berpartisipasi dalam diskusi langsung di bawah pengawasan profesor ahli untuk memastikan penerimaan dan penerapan materi yang benar."
“Tujuan kursus ini adalah untuk mengembangkan keterampilan ilmiah para peneliti dan mahasiswa, untuk menyebarluaskan metode ilmiah yang tepat untuk memahami teks Alquran dan Ulumul Quran, dan untuk menghubungkan orang-orang beriman dengan pandangan para ulama dan ahli fikih terkemuka,” jelasnya.
Kursus ini mencakup topik-topik utama dalam Ulumul Quran, sejarahnya, mukjizat-mukjizat Alquran, penjagaan Alquran dari distorsi, dan prinsip-prinsip penafsiran. Kursus ini diselenggarakan sejalan dengan rangkaian kursus ilmiah Pusat Studi Hauzah Mirats Anbiya (as) Najaf untuk melayani para peneliti dan mahasiswa. (HRY)