IQNA

Syekh Sayyid Amir Utsman; Dari Syekh Qurra Mesir hingga Peninjau Perekaman Alquran

10:08 - May 23, 2026
Berita ID: 3483650
IQNA - Syekh Sayyid Amir Utsman adalah mantan Syekh al-Qurra Mesir yang mengawasi perekaman Alquran yang dibacakan oleh lima qari besar Mesir. Ia wafat di Madinah, kota Nabi.

Menurut Iqna, situs berita Veto, dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Mukhtar Mahmoud pada kesempatan tanggal 20 Mei, peringatan wafatnya Syekh Amir Utsman, seorang ahli Alquran Mesir, menyatakan: Syekh Sayyid Amir Utsman adalah tukang roti dan mantan Syekh al-Qurra yang mengawasi perekaman Alquran yang dibacakan oleh lima qari besar Mesir. Ia  wafat di Madinah, kota Nabi, dan dimakamkan di Madinah.

Sesuai dengan firman Allah swt: “Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya” (QS. Al-Baqarah: 121) Mungkin Amir Utsman, mantan Syekh al-Qurra Mesir, adalah salah satu bintang yang bersinar itu. Ia lahir dan meninggal pada bulan Mei, dan hidup selama delapan puluh delapan tahun antara kelahiran dan kematiannya.

Syekh Amir Sayyid Utsman lahir pada tanggal 16 Mei 1900, di sebuah desa di Kegubernuran Sharqiya. Ia wafat pada tanggal 20 Mei 1988, dan dimakamkan di kota Nabi Muhammad saw. Rabu, 20 Mei, adalah peringatan 38 tahun wafatnya Syekh Amir. Syekh Amir menghafal Alquran sejak usia muda, dan dianggap sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam pembacaan Alquran di zaman modern. Ia mendirikan lingkaran studinya sendiri di Masjid Al-Azhar pada tahun 1935, hingga Syekh Muhammad Ali Al-Dabaa, Syekh al-Qurra pada waktu itu di Mesir, meminta bantuannya untuk memverifikasi dan mempelajari bacaan Alquran karena ketepatan dan pengetahuan Syekh Amir yang luas.

Syekh Amir adalah seorang pria yang sangat bermartabat dan terhormat, serta tokoh terkemuka dalam qiraat Alquran.

Ia pertama kali mempelajari Alquran di desanya dari Syekh Atiyah Salamah, kemudian menguasai seni Tajwid dengan belajar di bawah bimbingan Syekh Ibrahim Al-Banasi.

Syekh Amir mempelajari qiraat sepuluh Alquran dari Syekh Al-Banasi sesuai dengan metode Shatibiyyah dan Al-Durrah.

Menimba Ilmu di Universitas Al-Azhar

Syekh Amir mendaftar di Universitas Al-Azhar, tempat ia mempelajari ilmu-ilmu Islam dan Arab. Kemudian ia mulai mengajar qiraat Alquran di rumahnya di Kairo, dan rumahnya menjadi tujuan bagi para pelajar Alquran dan pelajar yang tertarik mempelajari Alquran. Pada tahun 1945, ia diangkat sebagai dosen di departemen qiraat Alquran di Fakultas Bahasa Arab Al-Azhar, sebuah posisi yang dipegangnya hingga tahun 1968.

Setelah itu, ia memegang tanggung jawab administratif penting di Departemen Qiraat Alquran Mesir, dan pada tahun 1980, ia menjadi Syekh al-Qurra Mesir dan penerus Syekh Mahmoud Khalil Al-Hussary, seorang qari terkemuka Mesir.

عامر عثمان از نظارت بر ضبط قرآن تا شیخ القرائی مصر

Otoritas Qiraat Alquran Mesir (Mashikhat Al-Qurra) didirikan pada tahun 1860. Lembaga ini bertanggung jawab untuk mengawasi lebih dari 12.000 pusat pembacaan Alquran di masjid-masjid besar di seluruh negeri.

Amir Utsman mengawasi perekaman Alquran yang dibacakan oleh lima qari besar Mesir, termasuk Mahmoud Khalil Al-Hussary, Abdul Basit Abdus Samad, Muhammad Siddiq Al-Minshawi, Mustafa Ismail, dan Mahmoud Ali Al-Banna. Ia juga mengawasi perekaman Alquran dengan Tajwid oleh kelompok ini dan qari-qari terkemuka lainnya.

Popularitas dalam Koreksi Alquran

Pada seperempat terakhir abad ke-20, hampir tidak ada Alquran yang dicetak di Mesir tanpa namanya sebagai korektor. Ia adalah anggota komite seleksi untuk para qari Radio dan Televisi Mesir.

Di antara banyak muridnya adalah Mahmoud Khalil Al-Hussary, Mustafa Ismail, Kamel Youssef Al-Bahtimi, Abdul Basit Abdus Samad, Sadeq Qamhawi dan Rizq Khalil Hiba. Setiap nama ini merupakan pengingat akan kedudukan tinggi dalam pembacaan dan pengajaran Alquran.

Setelah wafatnya qari Syekh Mahmoud Khalil Al-Hussary pada tahun 1980, Syekh Amir Utsman menggantikannya sebagai Syekh al-Qurra Mesir. Empat tahun kemudian, ia pergi ke Madinah untuk menjadi penasihat Asosiasi Percetakan Alquran Raja Fahd. Ia tinggal di sana hingga wafatnya, mendedikasikan hidupnya untuk melayani Alquran, yang membawanya ke posisi tinggi di dunia dan akhirat. (HRY)

 

4353594

Kunci-kunci: syaikh al-qurra ، mesir ، Perekaman ، Alquran 
captcha