
Menurut Iqna mengutip Pusat Informasi Palestina, badan internasional tersebut mengumumkan dalam sebuah pesan di jejaring sosial "X" (sebelumnya Twitter) pada kesempatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (3 Mei): "Jalur Gaza adalah tempat paling berbahaya di seluruh dunia bagi jurnalis."
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk melampaui “kata-kata kecaman atau ungkapan solidaritas” guna memastikan keselamatan para pekerja media.
Komisaris tersebut menekankan perlunya membangun mekanisme akuntabilitas, memberikan perlindungan fisik bagi jurnalis, dan memungkinkan akses bebas dan independen ke Jalur Gaza bagi media-media internasional.
Dalam hal ini, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengkritik keras situasi saat ini, dengan menyatakan: “Perang Israel di Gaza telah menjadi jebakan maut bagi media.”
Ia mencatat bahwa kantornya telah mengkonfirmasi kematian hampir 300 jurnalis dan pekerja media sejak awal konflik pada Oktober 2023. Volker Türk juga mencatat bahwa jumlah jurnalis dan pekerja media yang terluka jauh melebihi angka resmi. (HRY)