
Menurut Iqna mengutip Akhbar Al-Shi’a, Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi menyerukan penguatan kehadiran pendidikan Islam dan nilai-nilai moral dalam sistem pendidikan nasional, menekankan perlunya menghindari perlakuan terhadap pendidikan agama dan pengembangan karakter sebagai hal yang terpinggirkan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pendidikan di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, di mana wakil perdana menteri Malaysia menekankan pentingnya mempersiapkan seluruh generasi yang menggabungkan keunggulan akademis dengan komitmen moral dan membantu menciptakan masyarakat yang seimbang dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia menjelaskan bahwa tujuannya tidak hanya terbatas pada meluluskan para penghafal Alquran, tetapi juga mencakup mempersiapkan kompetensi profesional di berbagai bidang, termasuk teknik, kedokteran, teknologi, dan kewirausahaan, serta menggembleng para pemimpin masa depan dengan pandangan moral yang kuat.
Wakil Perdana Menteri Malaysia mencatat bahwa mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan modern memperkuat sistem nilai dalam masyarakat dan menciptakan pendekatan pendidikan yang menyeimbangkan pengetahuan akademis dengan perkembangan moral.
Di bagian lain pidatonya, ia menekankan harapannya agar para pemimpin masa depan memiliki kompetensi akademis dan komitmen keagamaan. (HRY)