IQNA

Dari Menghafal Alquran Sedari Kecil hingga Mentilawah di Kakbah; Perjalanan Karir Qurani Syekh Tablawi

12:13 - May 10, 2026
Berita ID: 3483603
IQNA - Mohamed Mahmoud Tablawi, salah satu qari Alquran terkemuka dan terkenal di Mesir dan presiden persatuan qari dan penghafal Alquran di negara itu, meninggal dunia enam tahun lalu pada usia 86 tahun dan setelah 60 tahun mengabdi di jalan Alquran.

Menurut Iqna mengutip Sada el-Balad, enam tahun lalu, Syekh Mohamed Mahmoud Tablawi, salah satu qari Alquran terkemuka dan terkenal di Mesir dan presiden persatuan qari dan penghafal Alquran di negara itu, meninggal dunia pada tanggal 5 Mei 2020, pada usia 86 tahun dan setelah beberapa dekade mengabdi di jalan Alquran.

Syekh Tablawi adalah seorang qari yang berwibawa dan dikenal sebagai "Naqib al-Qurra/ Pemimpin Para Qari" Mesir yang berkarya di bidang ini selama lebih dari enam puluh tahun.

Ia lahir pada tanggal 14 November 1934, di lingkungan Mait Aqaba di Provinsi Giza. Tablawi menghafal seluruh Alquran pada usia 9 tahun, dan ketenarannya dalam mentilawah Alquran menjadi luas. Pada usia 12 tahun, qari yang dikenal sebagai Misri ini diundang ke acara-acara penghormatan bagi para tetua, pejabat, tokoh terkemuka, dan keluarga-keluarga terkenal bersama para qari radio terkenal, dan sebelum mencapai usia 15 tahun, ia telah mencapai posisi tinggi di antara mereka; sehingga kabar gembira yang disampaikan kakeknya kepada ayahnya bahwa cucunya akan menjadi seorang penghafal dan qari Alquran menjadi kenyataan.

Tablawi aktif dalam menjadi juri musabaqoh hafalan Alquran internasional dan menjadi juri di banyak musabaqoh di seluruh dunia. Ia dianugerahi penghargaan oleh pemerintah Lebanon atas upayanya dalam melayani Alquran.

Syekh Tablawi dikenal sebagai "Tenggorokan Emas". Undangan resmi dikirim kepadanya oleh para pejabat dari berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Vatikan.

Tablawi melakukan upaya paling besar untuk bergabung dengan radio dibandingkan para qari lainnya, dan bahkan diirikan karena kesabaran dan toleransinya dalam mendekati radio untuk bergabung sebagai seorang qari.

Namun, ia berkata dengan sedih dalam sebuah wawancara: "Rasa hormat dan cinta dari masyarakat adalah suatu kehormatan bagi saya; tetapi yang membuat saya sedih adalah bahwa di Mesir hanya seniman yang dihormati."

Akhirnya, Kementerian Wakaf Agama memberikan penghargaan kepadanya pada acara penutupan Musabqoh Tilawah Alquran Internasional ke-23 yang diadakan di Sharm El-Syekh, Provinsi Sinai Selatan, bersama dengan sekelompok qari terkemuka, termasuk Syekh Mahmoud Khalil Al-Hosari dan Syekh Abdul Basit Abdus Samad.

Ia telah melakukan perjalanan ke lebih dari 100 negara, tetapi perjalanan yang akan selalu tetap terukir dalam pikiran dan hatinya adalah perjalanannya ke Arab Saudi dan pembacaannya sebelum azan di dalam Ka'bah, karena ia adalah satu-satunya qari yang membacakan Alquran di dalam tembok Ka'bah.

Pada hari kematiannya, sebuah pusat pelatihan penghafal Alquran diberi nama sesuai namanya. Serikat Qari juga mengumumkan bahwa mereka sedang mempersiapkan upacara yang layak untuk menghormati warisan dan tempatnya.

Video berikut ini adalah lantunan surah Yunus, ayat 84 sampai 86 oleh Syekh Mohamed Mahmoud Tablawi. (HRY)

 

4350553

captcha