IQNA

Menjelajahi Perjalanan Historis Tilawah Mesir di Pameran Alexandria

4:57 - July 14, 2026
Berita ID: 3483851
Perjalanan tilawah Mesir
IQNA - Sebagai bagian dari program budaya Pameran Buku Internasionalnya, Perpustakaan Alexandria mengadakan seminar bertajuk: Tilawah Alquran di Mesir; Kisah Kejayaannya dan Jalan Kemundurannya.

Menurut Iqna, acara tersebut dihadiri oleh peneliti dan sejarawan Haitham Abu Zaid dan penulis Nasser Iraq, dan sesi tersebut dimoderatori oleh presenter dan pembicara Hassan Al-Shazly.

Fokus utama seminar tersebut adalah buku “Pembacaan Alquran di Mesir: Kisah Kejayaannya dan Jalan Kemundurannya” karya Haitham Abu Zaid. Karya ini mengisahkan sejarah aliran (maktab) tilawah Alquran Mesir dan, sambil meneliti penyebab kejayaannya dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemundurannya, menjelaskan posisi seni ini sebagai salah satu pilar penting identitas budaya dan seni Mesir.

Berbicara di seminar tersebut, Hassan Al-Shazly mengatakan: "Buku ini, dengan meneliti evolusi tilawah Alquran di Mesir, membahas aspek penting dari identitas Mesir".

“Para qari Mesir, melalui gaya penampilan mereka yang khas dan kepatuhan pada prinsip-prinsip teknis dan kedudukan Alquran, mendirikan sebuah maktab perintis yang pengaruhnya menyebar ke seluruh dunia,” imbuhnya.

Haitham Abu Zaid juga menjelaskan bahwa buku ini merupakan hasil dari 38 tahun mendengarkan dan meneliti seni tilawah Alquran dan ibtihal, serta disusun dalam 323 halaman, dua bagian, dan 10 bab.

Ia menambahkan: “Bagian pertama membahas transformasi Alquran di Mesir sejak kedatangannya bersamaan dengan penaklukan Arab dan pencetakan versi tertulis pertama Alquran hingga peran penting Radio Mesir”.

Abu Zaid menyatakan: "Radio Mesir, sejak didirikan pada tahun 1934, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap terbentuknya era keemasan tilawah dan perluasannya secara global dengan menggunakan mekanisme yang tepat untuk memilih dan mengklasifikasikan para qari".

Ia menekankan bahwa tokoh-tokoh terkemuka di era ini termasuk Syekh Muhammad Rif’at, Abdel Fattah Shasha'i, dan Mustafa Ismail. Di antara mereka, Syekh Abdul Basit Abdus Samad menjadi fenomena global dan, setelah melakukan perjalanan ke lebih dari seratus negara, dianggap sebagai salah satu instrumen kunci "kekuatan lunak" Mesir.

Abu Zaid menambahkan bahwa bagian kedua buku tersebut membahas alasan-alasan penurunan maktab tilawah Alquran di Mesir. Ia menjelaskan bahwa transformasi ini dimulai pada pertengahan tahun 1950-an, dipercepat dengan munculnya kaset, dan akhirnya diperparah oleh munculnya platform digital yang memungkinkan penyebaran langsung tanpa memperhatikan standar teknis pembacaan tradisional.

Nasser Iraq, seorang penulis dan novelis, juga menekankan bahwa tilawah Alquran di Mesir bukan hanya seni keagamaan, tetapi merupakan bagian integral dari identitas dan memori budaya masyarakat Mesir.

Ia menambahkan bahwa buku ini memberikan dokumentasi berharga tentang sejarah budaya, seni, dan politik tilawah di Mesir dan meneliti transformasinya selama beberapa dekade.

Nasser Iraq menyerukan agar buku ini diajarkan di pusat-pusat kritik teknik serta di fakultas sastra, kedokteran, dan teknik, karena ia percaya bahwa karya ini tidak hanya menceritakan sejarah pembacaan syair di Mesir, tetapi juga mendokumentasikan berbagai aspek sejarah budaya, intelektual, politik, dan musik Mesir.

Seminar tersebut diakhiri dengan menekankan bahwa gaya tilawah Alquran di Mesir adalah sebuah maktab seni komprehensif yang didasarkan pada penguasaan "tajwid" (kaidah tilawah), penampilan terampil berdasarkan "naghom musikal," dan improvisasi sistematis; karakteristik yang telah menjadikan gaya ini sebagai salah satu pilar terkemuka identitas budaya Mesir dan salah satu pilar utama kekuatan lunak negara tersebut.

Perlu dicatat bahwa Pameran Buku Internasional Perpustakaan Alexandria ke-21 dimulai pada tanggal 6 Juli 2026 dan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2026, bekerja sama dengan "Organisasi Buku Umum Mesir" dan "Asosiasi Penerbit Mesir dan Dunia Arab" serta dengan dukungan keuangan dari ABC Bank. (HRY)

 

4363627 

Kunci-kunci: Perjalanan ، Tilawah Mesir ، pameran
captcha