Menurut Iqna mengutip muslimsaroundtheworld, dalam masyarakat yang menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang semakin meningkat, inisiatif lokal muncul sebagai kekuatan perubahan yang paling ampuh ketika didorong oleh kebutuhan masyarakat dan berakar pada nilai-nilai agama dan budaya mereka. Pentingnya inisiatif ini meningkat ketika mereka mengintegrasikan pembangunan ekonomi dan layanan sosial ke dalam satu kerangka kerja, menawarkan solusi praktis dan berkelanjutan yang melampaui amal tradisional.
Di Kenya bagian timur laut, di mana umat Muslim merupakan bagian utama dari komunitas lokal, perempuan telah mengambil inisiatif dan berhasil mengubah kegiatan sukarelawan menjadi proyek pembangunan komprehensif yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi perempuan, pengabdian kepada Alquran, dan penguatan solidaritas sosial, menjadikan mereka model yang layak didukung dan ditiru.
Dukungan Resmi untuk Perluasan Proyek
Di Nairobi, Menteri Kesehatan Kenya, Aden Duale, memimpin acara penggalangan dana untuk mendukung proyek “Menjahit Masa Depan dan Melayani Kitab Suci Allah”. Proyek perempuan ini, yang berasal dari Kabupaten Mandera di timur laut Kenya, berbatasan dengan Somalia dan Ethiopia, bertujuan untuk menggabungkan pemberdayaan ekonomi, pengabdian kepada Alquran, dan pelayanan masyarakat.
Dukungan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat inisiatif lokal yang telah terbukti mampu memberikan solusi praktis terhadap kebutuhan masyarakat melalui proyek-proyek pembangunan yang memiliki dampak ekonomi, keagamaan, dan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Proyek ini menyediakan program pelatihan menjahit bagi perempuan dan anak perempuan, membantu mereka memperoleh sumber pendapatan yang berkelanjutan. Proyek ini juga memperbaiki dan mengganti salinan Alquran yang rusak serta menyediakan kain kafan untuk orang yang meninggal, mewujudkan model luar biasa yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi, pengabdian kepada Alquran, dan menjaga martabat manusia sesuai dengan ajaran Islam.
Sembari memuji inisiatif tersebut, Menteri Kesehatan Kenya menekankan bahwa inisiatif ini secara bersamaan menjawab kebutuhan spiritual, sosial, dan ekonomi, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, serta membuka cakrawala baru bagi perempuan untuk berkontribusi pada pembangunan komunitas mereka.
Inisiatif yang diluncurkan pada tahun 2013 ini telah menarik 155 anggota aktif.
Sekitar 6 juta umat Muslim tinggal di Kenya, yang merupakan sekitar 11 persen dari total populasi negara tersebut yang berjumlah sekitar 56 juta jiwa. (HRY)