Menurut Iqna mengutip AFP, pemakaman Fadi Hamdallah al-Nassan, pemain Almoghair dan anggota tim nasional remaja Palestina, diadakan dengan dihadiri puluhan orang. Jenazahnya dibawa dari Kompleks Medis Palestina di Ramallah ke kampung halamannya untuk dimakamkan.
Federasi Sepak Bola Palestina mengumumkan bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah al-Nassan selama serangan pemukim di desa al-Mughayyir pada 11 Juli.
Menurut pernyataan tersebut, remaja itu tertembak di paha. Dokter harus mengamputasi kakinya untuk menyelamatkan nyawanya, tetapi ia akhirnya meninggal karena luka-lukanya.
"Dia sangat mencintai sepak bola dan semua orang mencintainya," kata ayahnya, Hamdallah al-Nassan, kepada AFP. "Ketika para pemukim menyerang, dia mendengar teriakan perempuan dan gadis-gadis. Dia pergi ke tempat kejadian untuk membantu dan gugur di sana".
Ibunya, Hanan al-Nassan, berkata: "Fadi adalah siswa yang baik, atlet yang sukses, dan pencinta sepak bola. Semua orang mencintainya. Semoga Allah menerimanya di antara para syuhada."
Menurut statistik dari kantor berita AFP, yang mengutip data dari Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 1.088 warga Palestina telah gugur di Tepi Barat di tangan pasukan Israel atau pemukim Zionis sejak Oktober 2023. (HRY)