Menurut Iqna mengutip Al-Thawra Net, akademi dan madrasah ilmu agama ini, yang merupakan cabang dari Perguruan Tinggi Alquran Yaman, didirikan di masjid Ammar bin Yasser yang terletak di distrik Wald Rabi' di provinsi Rida, dan acara peresmiannya bertepatan dengan peringatan kesyahidan Imam Zaid bin Ali (as), yang dijuluki Halif Alquran (Mitra Alquran).
Acara tersebut, yang dihadiri oleh Abdul Salam Al-Nasiri dan Nasser Al-Aji, wakil gubernur, menekankan pentingnya lembaga pendidikan baru ini dalam melayani Alquran dan mengajarkan ilmu-ilmu Alquran.
Para pembicara juga menyatakan bahwa pusat-pusat ini memainkan peran signifikan dalam melatih para ulama dan mubaligh terkemuka di Yaman, dan langkah-langkah tersebut akan membantu menyebarkan kesadaran keagamaan dan memublikasikan nilai-nilai Islam di tingkat masyarakat.
Acara tersebut dilanjutkan dengan menekankan bahwa peresmian akademi dan madrasah ini merupakan komitmen terhadap pendidikan Alquran dan agama, serta upaya untuk mengambil inspirasi dari nilai-nilai Imam Zaid (as), khususnya dalam bidang ketaatan kepada Alquran dan prinsip-prinsip Islam.
Para hadirin, sambil mengapresiasi upaya pihak-pihak yang terlibat dan pendukung peluncuran proyek pendidikan ini, menekankan peran pentingnya dalam membina generasi dengan pengetahuan agama dan bermanfaat yang mampu melayani masyarakat.
Acara tersebut mencakup berbagai bagian untuk menjelaskan kedudukan Alquran dan perannya dalam membentuk individu dan masyarakat.
Zaid bin Ali bin al-Husain (as), putra Imam Sajjad (as), adalah salah satu tokoh paling terkemuka dalam Islam Syiah dan dunia. Dia telah digambarkan sebagai Halif Alquran karena kedekatannya dengan Alquran.
Pada tahun 121 Hijriah, Zaid ibn Ali bangkit melawan Khalifah Umayyah, Hisyam bin Abdul Malik, dan sekelompok orang menyatakan kesetiaan kepadanya. Ia gugur sebagai syahid dalam pertempuran yang terjadi di kota Kufah antara dirinya dan pasukan Khalifah. (HRY)