Sinanuddin Tatarwic hafiz dari Bosnia dalam wawancaranya dengN IQNA mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa dirinya berusaha sekuat tenaga untuk dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitar nya sehingga dapat membantu mereka dalam mengenal agama Islam dengan benar.
Mahasiswa universitas Sarajevo ini juga menekankan bahwa para hafiz Al Qur’an juga harus memperaktekkan ajaran Al Qur’an dalam kehidupan pribadi mereka.dia juga mengikuti turnamen Al Qur’an yang telah diadakan di Mesir, meskipun tidak menjadi juara, dan pernah sekali mendapatkan juara ke enam di turnamen Al Qur’an yang diadakan di Eropa.
Mahasiswa berusia 20 tahun ini mengikuti turnamen Al Qur’an yang pertama kalinya di Iran dengan harapan dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan kawan-kawan baru dan mengenal kebudayaan dan peradaban Iran.
Menurutnya sebelumnya di negaranya diadakan turnamen Al Qur’an sekali dalam dua tahun, namun sekarang diadakan setiap tahun. Dikatakan bahwa di negranya tidak terdapat metode menghafal Al Qur’an sehingga dirinya juga menghafal Al Qur’an tampa mengikuti metode khusus, dia telah memulai menghafal Al Qur’an dari kelas tiga SD dan dalam setiap harinya menghafal 2 lembar Al Qur’an dan selama setahun dia berhasil menyelasikan hafalan semua Al Qur’an.
Pada bulan Ramadhan dia mendapat undangan untuk mengikuti turnamen ini dari Yayasan Mulla Shadra (Atase kebudayaan Iran di Bosnia) dan dia memiliki harapan agar dipenuhi hubungan yang cukup sejak dimulainya acara ini sampai syarat –syarat untuk focus yang cukup bagi para peserta turnamen ini.
709929