Menurut pemberitaan IQNA, menukil dari portal Serikat Islami Al-Wafa, Syaikh Ali Salman, direktur perserikatan itu menyatakan bahwa rencana penggabungan Bahrain dengan Saudi Arabia tidaklah benar dan bertentangan dengan kemerdekaan bangsa ini. Ia menegaskan: "Adalah hak bangsa ini untuk menentangnya."
Syaikh Ali Salman, dalam sebuah pertemuan di Manama yang bertepatan dengan satu tahun masuknya tentara Saudi ke Bahrain untuk meredam revolusi rakyat Bahrain berkata: "Menggabungkan Bahrain dengan Saudi Arabia dan menjadikan Bahrain sebagai satu Emirat berarti menginjak-injak kemerdekaan rakyat dan tak satupun manusia mulia yang setuju dengan rencana ini."
Syaikh Ali Salman menambahkan: "Parlemen Bahrain adalah perwakilan sebuah rezim yang berkuasa, bukan rakyat, dan segala keputusannya bukanlah keputusan rakyat dan kami menganggapnya tidak legal."
Pernyataannya ini menyusul kesepakatan rencana digabungkannya Bahrain denga Saudi Arabia.
1007314