IQNA

DR Fathi Yakan : Imam Khomeini dan Perjuangan Melawan Setan Besar Amerika

15:05 - February 26, 2007
Berita ID: 1528828
Imam Khomeini tidaklah bertindak gegabah atau dhalim ketika memberi nama Amerika Serikat dengan sebutan “Setan Besar” karena ia benar-benar memerankan sebagai setan di Iran sebelum kemenangan revolusi Islam dan bertambah jelas sepak terjang setaninya setelah kemenangan revolusi Islam yang dipimpin oleh Alm. Imam Khomeini hingga saat ini.
Iqna: Sesungguhnya yang dihadapi oleh Revolusi Islam di Iran sejak hari pertama jatuhnya Syah dari kekuasaan adalah berbagai konspirasi dan tantangan dari segala penjuru hingga mendorong Imam Khomeini untuk menyelenggarakan sebuah seminar pada tahun 1980 tentang Kriminal Amerika. . . Namin apakah kriminal-kriminal itu berhenti?
Sejak saat itu hingga detik ini Amerika selalu melakukan konspirasi dan rekayasa politik atas dunia Arab dan Islam begitu juga atas beberapa negara Eropa, Asia dan Afrika yang keluar dari kepatuhan kepada gedung putih. Sebagaimana mereka memusatkan secara khusus segala uapayanya itu untuk menjatuhkan segala proyek keislaman dan kebangkitan dunia Islam.
Segala proyek keislaman secara umum menghadapi tantangan dan perlawanan dengan Amerika tersebut, khususnya setelah kemenangan Revolusi Islam di Iran, jatuhnya Uni Sovyet dan fenomena kebangkitan sebagian kaum muslimin di beberapa tempat dari belahan dunia. Dari sini kita bisa memahami betapa Imam Khoemini sangat jeli dan cerdas ketika menyebutnya dengan Setan Besar dan kemudian hal itu menjadi dasar dalam pembacaan politik mereka serta penyingkapan tangan-tangan yang bermain di setiap kejadian yang terjadi.
Bukan sebuah rahasia lagi jika saat ini saya ungkapkan, bahwa beberapa sikap politik dan fenomena lahiriah mengubah strtegis beberapa negara.
Kalau kita mau menengok apa yang dihadapi oleh rakyat Paletina dari penderitaan mereka, maka lahirlah HAMAS dan JIHAD ISLAMI tahu 1978 dan dari penderitaan rakyat Lebanon Selatan meledaklah Perlawanan Islam (Muqawamah Islamiah). . namun berkenaan dengan Imam Khomeini, maka krisis Palestina sangat menyita pikirannya dan menjadikannya sebagai pusat segala perjuangan. Cukup menjadi bukti yang kuat atas hal itu diresmikannya “Hari Quds Internasional” yang mengangkat slogan pembebasan Al Quds.
Imam Khomeini dengan kepiawaiannya memahami dengan benar nasib akhir “Setan Merah” yang diperankan oleh Uni Sovyet dan mengajak untuk menyelenggarakan seminar eksekusi atas segala bentuk kriminal yang dilakukan oleh Amerika pada awal didirikannya Republik Islam di Iran menjadikannya kita lebih percaya bahwa proyek keislaman dan tanah air (untuk membangun peradaban Imam Khomeini) tidak lama lagi akan meraih kemenangan dan sebaliknya kita akan menyaksikan kehancuran setan Besar.
(Makalah yang disampaikan oleh DR Fathi Yakan pada “Muktamar Revolusi Islam dan Proyek Membangun Peradaban Imam Khomeini” di Syiria tahun 1997)
captcha