
Menurut Iqna mengutip Al-Tawasul, sebuah pernyataan media yang dikeluarkan terkait hal ini menyatakan bahwa Syekh Ahmad Nuaina akan melanjutkan kehadirannya secara rutin di Radio Alquran Mesir seperti biasa, dan rumor tentang penangguhannya tidak berdasar.
Pernyataan tersebut mendesak semua pengikut dan pengguna media sosial untuk berhati-hati sebelum membagikan atau memposting ulang informasi dan untuk menahan diri dari menyebarkan rumor dan informasi yang belum diverifikasi.
Siaran pers Syekh Nuaina juga menekankan pentingnya merujuk pada sumber resmi dan terpercaya untuk mendapatkan informasi yang akurat.
Syekh Ahmad Nuaina akhirnya mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar dan pendukungnya atas perasaan baik, perhatian, telepon, dan pesan dukungan mereka, dan memohon kepada Allah swt untuk melindungi mereka semua dan menganugerahi mereka kesehatan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Ia juga memohon kepada Allah swt untuk membimbing semua orang kepada kebaikan dan melindungi Mesir dan rakyatnya dari segala mara bahaya.
Syekh Ahmad Naina adalah seorang dokter sekaligus qari Alquran asal Mesir yang lahir pada tahun 1954 di kota Metoubes, Kegubernuran Kafr El-Sheikh, Mesir. Ia menghafal seluruh Alquran ketika usianya kurang dari delapan tahun. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Kegubernuran Bahira, kemudian melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas Alexandria dan bekerja di rumah sakit universitas tersebut.
Tahun lalu, Syekh Usamah Al-Azhari, Menteri Wakaf Mesir, mengeluarkan dekrit yang menunjuk Syekh Ahmad Nuaina sebagai Syekh al-Qurra Mesir sebagai pengakuan atas pengabdiannya yang panjang kepada Alquran, yang berlangsung lebih dari setengah abad. (HRY)