Iqna: Syaikh Tajuddin Al Hilali dalam presentasi makalah yang berjudul Nabi dan masa Jahiliyah pada konfrensi Persatuan Islam ke 22 menyebutkan, bahwa sebelum Nabi diutus zaman dipenuhi dengan fanatisme, kebodohan dan kemusyrika. Karena itu Nabi diutus untuk menghapus segala kesesatan pikir dan amal, seperti penyembahan berhala, pembunuhan anak, fanatisme kesukuan dan lain-lain.
Nabo berhasil melakukan penghapusa itu semua dengan kitab AL Quran yang merupakan aturan konprehensif, sehingga siapa yang mengamalkannya akan meraih kemajuan di segala bidang.
Al Quran adalah kitab suci yang terjaga dari perubahan dan karena itulah Nabi kita dijadikan sebagai Nabi terakhir yang tidak akan aada lagi nabi setelahnya.
Beliau juga menambahkan, bahwa dengan menalaah beberapa kata di dalam Al Quran, sepeti pemerintahan, keadilan, menjunjung tinggi aturan dan undang-undang dapat diseimpulkan bahwa Al Quran memang sebuah kitab yang akan menjamin keselamatan dan kebahagian manusia di dunia dan akhirat dengan mengamalkan isi dan ajrannya.