Menurut Iqna, acara tersebut dimulai pada hari Sabtu, 25 Juli, dengan sesi resmi pertama, yang mencakup pidato dari penyelenggara dan delegasi yang berpartisipasi. Selanjutnya diikuti oleh sesi berjudul “Narasi Langsung; Kisah Sejati dari Jantung Peristiwa,” di mana sejumlah kerabat para syuhada, tahanan Palestina yang dibebaskan, yang terluka, dan jurnalis yang datang dari Palestina akan memberikan kesaksian yang didokumentasikan tentang peristiwa di lapangan. Hari pertama akan diakhiri dengan ziarah para pemohon dari makam Imam Ali (as) di Najaf.
Pada hari kedua, program tersebut mencakup kunjungan delegasi dari makam Imam Husain (as) dan penyambutan resmi oleh penjaga keagamaan makam suci Husain, dilanjutkan dengan mendengarkan ceramah agama dan melaksanakan shalat berjamaah Dhuhur di halaman makam suci Husaini, dan terakhir berpartisipasi dalam peluncuran maukib Nida Al-Aqsa di jalur ziarah antara Najaf - Karbala.
Abdul Malik Sakriya, Sekretaris Kampanye Global Pemulangan Pengungsi Palestina, menjelaskan bahwa konferensi ini diadakan dalam keadaan luar biasa dan terlepas dari ancaman Amerika terhadap kawasan tersebut, untuk menekankan kelanjutan jalan ini dan menyoroti hubungan antara keteraniayaan Imam Husain (as) dan apa yang dialami oleh bangsa-bangsa yang melawan, khususnya Jalur Gaza. (HRY)