IQNA

9:11 - August 12, 2026
Berita ID: 3484019

Tokoh Agama Yunani Kunjungi Kompleks Percetakan Alquran Madinah

IQNA - Mantan Mufti Agung Yunani mengunjungi Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah dan memuji kegiatan lembaga Alquran tersebut.

Tokoh agama Yunani

Menurut Iqna mengutip Okaz, Syekh Jihad Khalil, mantan Mufti Agung Yunani, saat mengunjungi Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah, mengenang kembali masa-masa saat ia berada di Madinah dua dekade yang lalu.

Kunjungan Syekh Jihad Khalil -penasihat keagamaan bagi Kementerian Pendidikan dan Urusan Agama serta mantan Mufti Agung Republik Yunani- merupakan bagian dari program budaya bagi kelompok tamu Haramain al-Syarifain untuk ibadah Umrah dan Haji, yang diselenggarakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi. Ia mengunjungi berbagai fasilitas di Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd -tempat ia pernah menjalani sebagian perjalanan karier akademisnya- dan mengenang kembali masa-masa saat ia menelaah terjemahan Alquran dalam bahasa Yunani di sana, seraya menggambarkan periode tersebut sebagai salah satu tonggak pencapaian akademis paling penting dalam hidupnya.

Kenangan Akademik yang Istimewa

Syekh Jihad menuturkan bahwa keterlibatannya dalam meninjau terjemahan Alquran berlangsung selama lebih dari dua tahun, bertepatan dengan masa studi magister dan doktoralnya di Universitas Islam Ibnu Saud, setelah ia menyelesaikan studi sarjana di Universitas Islam Madinah. Ia mengenang masa tersebut sebagai periode yang penuh dengan pengalaman akademik yang istimewa; saat itu, ia meneliti setiap halaman dan ayat secara saksama guna memastikan ketepatan makna serta akurasi penafsiran sebelum memberikan persetujuan agar terjemahan tersebut dapat diterbitkan.

Ia menambahkan bahwa terjemahan bahasa Yunani yang diterbitkan oleh komplek percetakan Alquran Raja Fahd memiliki kredibilitas dan kepercayaan luas di kalangan umat Muslim maupun cendekiawan Yunani, serta telah menjadi sumber rujukan berharga bagi para akademisi, pendakwah, dan perguruan tinggi berkat akurasi ilmiah dan metodologinya yang cermat. Ia juga mencatat bahwa namanya masih tercantum dalam kata pengantar terjemahan tersebut—sebuah karya yang ia anggap sebagai suatu kehormatan ilmiah bagi dirinya.

Ia mencatat bahwa dampak dari terjemahan ini tidak terbatas pada lembaga dan pusat-pusat keislaman, tetapi juga telah merambah ke ranah akademis. Ia menjelaskan bahwa terjemahan ini digunakan dalam pengajaran ilmu-ilmu Alquran dan tafsir di Universitas Aristoteles Thessaloniki. Selain itu, umat Muslim maupun non-Muslim penutur bahasa Yunani memanfaatkannya sebagai sumber tepercaya dalam mempelajari Alquran.

Syekh Jihad Khalil mengenang kembali detail kepergiannya dari Madinah pada tahun 2003, setelah merampungkan proses peninjauan terjemahan, serta menekankan bahwa kunjungan tersebut membangkitkan kenangan akan masa-masa yang penuh kebaikan dan keberkahan, sekaligus memperbarui ikatan batinnya dengan tempat yang menjadi saksi salah satu tahapan ilmiah terpenting dalam hidupnya.

Di penghujung, Syekh Jihad Khalil menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kompleks Pencetakan Alquran Madinah, yang terus menjalankan misinya mencetak, menerjemahkan, dan menerbitkan Alquran dalam lebih dari 80 bahasa. (HRY)

 

4369182

captcha