IQNA - Syekh Ali Qaradaghi, Presiden Persatuan Ulama Muslim Sedunia, menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Aljazair dan umat Islam atas wafatnya ulama sekaligus mujahid, Syekh Mohammed Said Kaabash.
Menurut Iqna mengutip al24news, Persatuan Ulama Muslim Sedunia menegaskan bahwa wafatnya Syekh Mohamed Said Kaabash merupakan sebuah kehilangan bagi Aljazair; sosok yang memadukan ilmu, dakwah, pendidikan, gerakan pembaruan, jihad, dan pengabdian kepada tanah airnya.
Persatuan tersebut menyatakan bahwa Alquran menempati posisi sentral dalam kehidupan, pemikiran dan kontribusinya, dan besarnya pengaruh hal tersebut tampak jelas pada karya tulis, para murid, serta generasi yang telah ia didik dan bina.
Seraya mengenang warisan ilmiah yang bermanfaat serta kontribusinya yang abadi, serikat tersebut memohon kepada Allah swt agar menimbang segala kiprahnya -baik yang berkaitan dengan Alquran, sains, maupun dakwah- serta segala hal yang ia ajarkan kepada generasi mendatang dalam timbangan kebajikannya, dan menganugerahinya balasan terbaik.
Persatuan Ulama Muslim Sedunia juga berdoa agar Allah menempatkan almarhum dalam rahmat-Nya yang luas, memuliakan kedudukannya, memberikan balasan atas ilmu, dakwah, upaya perbaikan dan jihadnya, serta mengumpulkannya bersama orang-orang saleh, para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada.
Syekh Mohammed Said Kaabash, sosok terkemuka dalam bidang ilmu pengetahuan dan studi Alquran -sekaligus tokoh keilmuan penting dari kota Al-Atef di Provinsi Ghardaia dan wilayah Lembah M’zab, Aljazair- wafat pada hari Jumat, 6 Agustus, dalam usia 97 tahun.
Ia mendedikasikan hidupnya untuk mengabdi pada Kitabullah serta bidang pendidikan dan reformasi sosial, sembari mewariskan warisan ilmiah dan intelektual yang menjadi bukti perjalanan hidup seorang insan yang menjadikan ilmu sebagai misi serta Alquran sebagai cahaya penuntun dan pedoman hidupnya.
Salah satu karya terpentingnya adalah tafsir termasyhur berjudul "Nafahat al-Rahman fi Riyadh al-Quran". Karya ini dianggap sebagai pencapaian ilmiah yang luar biasa dalam bidang tafsir Alquran serta merupakan puncak dari upaya selama berpuluh-puluh tahun dalam menuntut ilmu, mengajar, berdakwah, dan melakukan pembaruan.
Menyusul kabar duka ini, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune menyampaikan pesan belasungkawa dan simpati kepada keluarga mendiang serta masyarakat Aljazair.
Saat memberikan penghormatan kepada mendiang ulama Alquran tersebut, ia menegaskan: “Aljazair telah kehilangan sosok pahlawan reformasi sosial yang mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan nilai-nilai toleransi dan persatuan nasional.” (HRY)