IQNA

10:25 - August 13, 2026
Berita ID: 3484025

Ujaran Kebencian terhadap Kandidat Senat Muslim di AS Meningkat 20 Kali Lipat

IQNA - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa unggahan bernada kebencian terhadap seorang kandidat Senat Muslim di negara bagian Michigan, AS, telah meningkat 20 kali lipat sejak kemenangannya dalam pemilihan pendahuluan.

Kandidat Senat Muslim

Menurut Iqna mengutip TRT, hanya beberapa jam setelah kemenangan Abdul El-Sayed—seorang kandidat Muslim dari Partai Demokrat dalam pemilihan pendahuluan Senat AS di negara bagian Michigan—jumlah unggahan anti-Islam yang memuat namanya meningkat tajam.

Penelitian terbaru dari Center for the Study of Organized Hate (CSOH) menunjukkan bahwa unggahan yang menargetkan al-Sayed dengan hinaan bernuansa Islamofobia mencapai rata-rata 3.099 unggahan per hari pada minggu setelah kemenangannya; angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 1.895 persen dibandingkan rata-rata 155 unggahan per hari pada dua bulan sebelumnya.

Pada tanggal 5 Agustus -hari ketika lawannya mengakui kekalahan- jumlah unggahan bernuansa anti-Islam yang membahas dirinya mencapai puncaknya, yakni hampir 7.000 unggahan dalam satu hari saja.

Pada minggu itu, konten yang bersifat Islamofobik mengenai El-Sayed lebih banyak diunggah dibandingkan dengan total konten serupa selama tujuh bulan sebelumnya.

Angka tersebut mencakup 56,7 persen dari 38.280 unggahan mengenai dirinya sejak bulan Januari.

El-Sayed adalah mantan pejabat kesehatan masyarakat Michigan yang mencalonkan diri untuk kursi Senat AS yang ditinggalkan oleh Gary Peters.

Analisis CSOH, yang didasarkan pada unggahan dari X, Facebook, Instagram, YouTube, Reddit, dan Bluesky, menunjukkan bahwa konten tersebut berpusat pada segelintir klise konspirasi yang berulang-ulang, alih-alih kritik politik yang sesungguhnya.

Masalah terbesar yang disebutkan adalah keterkaitannya dengan Hamas, Hizbullah, dan Ikhwanul Muslimin, serta sebutan sebagai seorang jihadis dalam berbagai unggahan yang tersebar luas.

Pihak lain menuduhnya berencana menerapkan hukum syariah, sementara sebagian besar unggahan melangkah lebih jauh dengan menyatakan bahwa satu-satunya solusi adalah pengusiran total umat Muslim dari negara-negara Barat.

Secara keseluruhan, unggahan bernada Islamofobia di Platform X mencapai tingkat tertinggi dalam satu hari selama musim panas pada tanggal 5 Agustus -hari diumumkannya kemenangan El-Sayed- dengan jumlah hampir 12.000 unggahan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat rata-rata 30 hari sebelumnya dan menandai kali pertama jumlah unggahan melampaui angka 10.000. Para peneliti menyatakan bahwa peningkatan tersebut belum juga mereda enam hari kemudian.

Volume unggahan yang bersifat anti-Islam secara umum tetap 59 persen lebih tinggi dibandingkan tingkat sebelum masa pemilihan pendahuluan, sementara hinaan yang secara khusus menargetkan El-Sayed mencapai hampir sepuluh kali lipat dari tingkat pada awal musim panas.

CSOH mengaitkan lonjakan aktivitas daring ini dengan upaya yang lebih luas dan terorganisasi. Menurut para peneliti, kampanye tersebut membangun narasinya berdasarkan gagasan yang diambil dari teori "Great Replacement" (Penggantian Besar) dan semakin intensif seiring dengan peristiwa-peristiwa seperti perang di Timur Tengah serta munculnya kandidat Muslim yang mencalonkan diri untuk jabatan publik.

Kemenangan El-Sayed di Michigan merupakan salah satu hasil yang mendapat sorotan tajam dalam rangkaian pemilihan pendahuluan (primary) AS bulan ini, yang menjadi bagian dari pemilihan umum sela tahun depan. Namun, menurut para peneliti, peristiwa yang terjadi setelahnya kini tampak bukan sekadar reaksi terhadap sosok kandidat tertentu, melainkan lebih menyerupai pola yang kerap muncul setiap kali seorang politisi Muslim memenangkan pemilihan atau menduduki jabatan.

CSOH menyatakan pihaknya memperkirakan sentimen anti-Islam akan semakin menguat seiring dengan semakin intensifnya kampanye pemilihan paruh waktu tahun 2026. (HRY)

 

4369388

Kunci-kunci: Ujaran Kebencian ، senat ، muslim
captcha