IQNA

Doktrin Militer Yang Bedasarkan Ayat-ayat Al Quran

7:54 - April 30, 2007
Berita ID: 1540895
Mentri Pertahanan Republik Islam Iran: Doktrin Militer Iran sebagai kekuatan pertahanan berlandaskan pada ayat-ayat Al Quran, khususnya ayat yang berbunyi: Wa a'iddu lahum mas tatha'tum min quwwah (Dan siapkanlah untuk melawan mereka kekuatan yang kalian miliki)
Iqna: Mustafa Najar, mentri pertahanan Republik Islam Iran, pagi ini dalam pembukaan MTQ XX khusus anggota militer menjelaskan tentang hal itu dan menambahkan, bahwa berdasarkan ayat itulah kita melakukan peningkatan kekuatan, baik secara hard weer atau soft weer. begitu pula upaya menciptakan perjanjian bersama dengan negara-negara kawasan adalah didasari ayat tersebut.

Bliau juga menyebutkan, bahwa kita saat ini adalah berupaya untuk menjadikan diri kita seperti yang difirmankan ileh Allah tentang sifat Nabi dan orang-orang yang mengikutinya, yaitu sangat tegas dan keras kepada orang-orang kafir dan lemah lembuh dengan kaum mukminin. karenanya kita selalu berupaya untuk menjalin persatuan dan kesatuan antar kaum muslimin.

Setiap orang yang melihat dengan netral akan menyaksikan perbedaan antara pasukan militer Iran dengan yang lain adalah terletak pada pengaruh ayat-ayat Al Quran pada setiap sikap dan kebijakan nya. diantara pengaruh yang paling penting adalah kesiapan untuk berkorban dan gugur sebagai syahid bahkan kecintaan mereka untuk itu. hal itu dengan jelas kita saksikan pada perang yang dipaksakan selama 8 tahun dan pada kesempatan-kesempatan lainnya, tambahnya.

Sang komandan menegaskan, bahwa Al Quran mengajarkan kepada kita kunci keberhasilan, yaitu dengan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mandiri, dengan firman-Nya yang disebut di atas. karena itulah seluruh bagian kita, baik laut, udara dan darat semua melakukan pembekalaan dengan berbagai fasilitas untuk mempertahankan diri dan tanah air Islam kita.

Pada kesempatan lainnya Menhan juga mengingatkan, bahwa kita harus mengikuti dan meneladani Nabi besar Muhammad saw, dimana dalam buku-buku sejarah disebutkan, bahwa beliau ikut serta dalam 28 peperanagn (Ghazwah) namun hanya 8 peperangan yang berakhir dengan pertumpahan darah, sedangkan sisanya berakhir dengan damai atau pembatalan peperangan.

pada akhir sambutannya beliau juga menjelaskan tentang peran media asing dalam propaganda negatif tentang kemampuan militer Iran. yang sebenarnya apa yang kami miliki tidak lebih hanya sekedar untuk pertahanan bukan untuk ancaman siapa-siapa.
captcha