IQNA

6:07 - May 19, 2007
Berita ID: 1546304
Ayatullah Hasyemi Rafsanjani: Mencetak kota dan warga negara yang bertamaddun dan memiliki hubungan dengan keyakinan dan pemikiran serta memberikan kebebasan untuk mengekspresikannya merupakan sebuah kebanggaan setiap muslim dan setiap pemeluk agama samawi
Iqna: Khatib Jumat Tehran, Ayatullah Hasyemi Rafsanjani dalam khotbah keduanya menyebutkan tentang beberapa hal dan hikmah yang seharusnya kita petik dengan memperingati hari ulang tahun pembebasan kota KHoramsyahr yang sebelumnya dicaplok oleh rezim Irak Saddam. tujuannya mencaplok kota tersebut adalah merongrong kemenangan revolusi Islam dan menggagalkan pendirian republik Islam di Iran.

Hasyemi juga menyebutkan, bahwa rezim telah melanggar kesepakatan dunia dengan menggunakan bom kimia, sehingga banyak korban dari rajyat sipil dan militer akibat perbuatannya yang keji itu. padahal kita di dalam ajaran Islam dituntut untuk tetap memegang aturan perang dan menerapkan nilai-nilai kemanusian, keadilan dan akhlak. dan itu yang dilakukan oleh pasukan dan prajurit kita di bawah komandao Syahid Chamran, walaupun dalam situasi yang sulit sekali pun mereka tetap tidak gegabah dan menerjang semua aturan dan norma.

Karenanya lanjut Rafsanjani, pembuatan dan pemutara film 30 harus dicegah dan tidak boleh mendapatkan izin, karena memutar balikkan fakta historis kita.

Khatib Jumat Tehran ini juga menyebutkan tentang undang-undang Kapitalision yang menjadi bukti kekejian Barat dan hegemoni mereka. namun lebih keji dari mereka adalah negara-negara yang rela menerima dan menyetujuinya. Namun Imam Khomeini telah mengukir sejarah dengan menolaknya, walaupun beliau harus diasingkan ke tempat yang jauh dari negri dan bangsanya.

Poin lain yang beliau bicarakan pada khotbah ke dua tersebut adalah momentum lain yang diperingati dalam pekan ini adalah pekan hubungan dan informasi. beliau menegaskan, bahwa hari ini informasi dan media memegang peran yang sangat penting. dan merupakan kebanggaan kita sebagai seorang muslim untuk memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk menyampaikan apa yang ia yakini dan menjadikan setiap pribadi warga sebagai warga yang bertamaddun dan memiliki hubungan erat dengan keyakinan dan pandangan dunianya.

Hal lain yang bisa diperankan oleh media dan informasi adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta menghapuskan kebodohan dan keterbelakangan dari tengah masyarakat. Itu adalah tujuan Islam, tambahnya. Islam dan Nabi menginginkan agar setiap masyarakat memiliki kesadaran yang sempurnya dan tidak ada sesuatu yang perlu ditutup-tutupi.

Beda dengan Barat, tegasnya, diamna mereka memenjarakan pemikiran dan menuduh pihak lain sebagai pihak yang tidak memahami permasalahan. ini jelas-jelas merupakan bagian dari pengkhianatan historis.

Saat itu juga menyayangkan kondisi yang di alami oleh saudara-saudara kita di Irak dan Palestina. yang kedua-duanya diakibatkan oleh penjajah yang kejam dan selalu menginginkan perpecahan dan ketidakamanan. PBB lah yang bertugas, menurutnya untuk menciptkan perdamaian dan keamanan dunia menghentikan semua krisis yang berkepanjangan ini.

Di akhir khotbahnya beliau juga menjelaskan tentang program pengayaan nuklir untuk tujuan damai Iran yang tidak akan mundur sedikitpun untuk melepaskan hak yang dimilikinya dan tidak bertentangan dengan aturan manapun di dunia.

124972
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\