IQNA

Sistem Pemerintahan Islam Tidak Pernah Menjadi Identitas Madzhab Tertentu

13:14 - June 05, 2007
Berita ID: 1551229
Imam Ali Khamenei: Sistem pemerintahan "Republik Islam" sekalipun lahir dari ajaran Syiah, namun kata Islam yang ada padanya melewati batas-batas madzhab. Ia tidak pernah menjadi identitas madzhab tertentu. Karenanya anak muda Palestina yang Sunni dan anak muda Lebanon yang Syiah, kedua-duanya merajut harapan kepada Republik Islam Iran. sebagaimana seluruh anggota keluarga besar umat Islam dunia merasa mulia dan terhormat dengannya.
Iqna: Rakyat Iran yang memegang teguh komitmen dan sumpah setianya, kemarin memperbaharui sumpah dan janji kesetiaannya dengan menghadiri upacara peringatan ke 18 harri ulang tahun wafat (HAUL) Almarhum Imam Khomeini di sekitar kuburan suci beliau di Teheran.

Ratusan ribu orang memadati bangunan dan halaman kuburan beliau dengan teriakan yel-yel yang menyatakan, bahwa jalan yang ditempuh oleh Khomeini adalah satu-satunya jalan untuk merealisasikan tujuan dan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

Imam Ali Khamenei dalam ceramahnya menegaskan, bahwa masa depan rakyat Iran akan menajdi cemerlang bilan bersandar pada identitas hakiki gerakan Alm. Imam Khomeini, yakni Islam, kerakyatan dan kreasi yang berasaskan Islam.

Menurut beliau Imam Khomeini dan pemikiran serta jalan yang beliau tempuh adalah sebuah "kalimat yang baik" yang memberikan keagungan bagi bagi bangsa Iran yang Islami. Nama Imam yang besar, pemikiran Imam yang cemerlang dan amal saleh beliau hari demi hari semakin hidup, energik dan cemerlang baik di Iran, di kalangan kaum muslimin dimana saja mereka berada, bahkan bagi seluruh umat manusia, tambahnya.

Pemimpin Spriritual Tertinggi Iran, menganggap segala kebesaran, kekuatan dan rakyat Iran untuk selamanya dikenang oleh seluruh manusia, adalah karena hubungan mereka dengan Tuhan dan niat mereka melakukan segala sesuatu karena Tuhan. beliau juga menambahkan, bahwa rahasia kebesaran dan keberhasilan Imam sehingga pengaruhnya merasuk ke setiap orang dan selalu bertambah adalah karena Imam tidak pernah melakukan sesuatu kecuali karena Tuhan. Beliau hanya mengenal Tuhan dan berjuang di jalan-Nya, karena itulah Tuhan selalu bersamanya, seperti janjinya dalam Al Quran.

Begitu juga menurutnya, sebab ketenangan Imam dalam semua keadaan khususnya pada detik-detik yang menentukan dan sulit baik bagi negara atau di saat beliau akan menghembuskan nafas terakhirnya adalah hubungan dan penyerahan total dirinya kepada Allah SWT.

pada kesempatan itu beliau juga menjelaskan, bahwa bergerak menuju kebenaran, berdiri tegak mempertahankan kebenaran, kemuliaan dan kemerdekaan melawan berbagai bentuk kebatilan dan kebohongan pasti mengharuskan biaya mahal yang harus ditanggung. karenanya Imam Khomeini menjadikan kepercayaan rakyat kepadanya sebagai modal dasar dan Allah SWT melipatgandankan modal tersebut, sehingga kita saksikan jumlah orang yang mengantarkan jenazah beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya berkali-kali lipat lebih banyak dari jumlah orang yang menyambut kedatangan beliau dari Paris.

Hanya dengan kesadaran dan kegigihan sebuah bangsa dapat berhasil menggapai tujuan dan hak-haknya bukan dengan mengemis pada para penjajah, bersikap lunak dan mundur dari tuntutan dan haknya. sebab hak dan kebenaran harus ditegakkan dan dapat diperoleh dengan kegigihan dan kerja keras.

Alhamdulillah hingga saat ini rakyat Iran, menurut beliau telah melakukan tugasnya dengan tetap berdiri tegak dan kokoh mempertahankan haknya dalam segala bidang, termasuk di antaranya hak untuk memiliki energi nuklir. dan sungguh bukan ciri orang Iran harus mengemis kepada orang lain untuk mempertahankan haknya, karena bangsa yang besar ini dengan kepercayaan pada kemampuan diri mereka serta para pemuda yang genius dan pengalaman selama 28 tahun akan menjadi modal untuk meraih hak mereka.

Menciptakan identitas baru pada sistem negara dengan sistem "Republik Islam" di kawasan Timteng yang penuh sensitifitas merupakan sebuah langkah penting Imam Khomeini.

Iran pada saat itu, tambahnya, seratus persen berada di bawah kekuasaan imprealisme Amerika. karenanya kemenangan revolusi Islam di bawah kepemimpinan Imam Khomeini merupakan sebuah mukjizat besar yang mengejutkan para imprealisme. namun orang yang memiliki pandangan dan kesadaran saat itu juga memahami, bahwa masa depan kawasan akan lebih cemerlang dengan berkibarnya bendera Islam di Iran.

Musuh-musuh telah berupaya dengan sekuat tenaga untuk melemahkan dan melenyapkan Republik Islam Iran dengan berbagai konspirasi. namun saat ini kita saksikan bahwa identitas baru yang telah ditetapkan oleh Imam tetap kokoh dan merupakan sistem pemerintahan yang paling kuat di kawasan serta paling bersinar cahayanya di pandangan masyarakat dunia, khususnya para intelektual dan generasi mudanya.

Kata Islam yang digandengkan dengan "Republik" tidak terikat dengan madzhab tertentu. sekalipun konsep "Republik Islam" lahir dari ajaran Syiah, namun ia tidak pernah menjadi identitas madzhab tertentu. Karenanya anak muda Palestina yang Sunni dan anak muda Lebanon yang Syiah, kedua-duanya merajut harapan kepada Republik Islam Iran. sebagaimana seluruh anggota keluarga besar umat Islam dunia merasa mulia dan terhormat dengannya.

Sisi lain dari pemerintahan Islam adalah sisi keterikatan pada Al Quran dan Sunnah. Imam Ali menegaskan, bahwa selain nilai-nilai akhlak semua dasar dan sistem sosial dan politik kami bersumber dari Al Quran dan Sunnah. Dan kami berbangga diri dengannya, karena kita meyakini, bahwa pemahaman yang benar akan Al Quran dan Sunnah dengan pemahaman yang dalam dan sempurna (ijtihad) kita akan menyelesaikan berbagai problem kemanusiaan dan menjamin kebutuhan individual dan komunal. karenanya tidak seharusnya sebagian orang merasa berkecil hati dan berusaha untuk melakukan sinkronisasi beberapa hukum Islam dengan pemikiran dan pandangan yang berkembang di barat.

Republik Islam juga berlandaskan pada kerakyatan. yakni aspirasi masyarakat sangatlah menentukan di dalam sistem pemerintahan Islam. selama aspirasi dan keinginan tersebut tidaklah bertentangan dengan koridor yang telah ditetapkan oleh Tuhan. karenanya sistem Republik Islam tidaklah berdiri di atas dasar demokrasi yang salah. Demokrasi Liberal di barat sebenarnya bertentangan dengan konsep demokrasi itu sendiri, sebab yang menentukan bukanlah aspirasi rakyat abnyak, namun yang menentukan adalah para pemegang modal.

Selain itu pandangan yang konprehensif pada sistem pemerintahan Islam akan melahirkan konsentrasi pada pemenuhan kebutuhan material dan spiritual rakyatnya. karenanya di dalam pemerintahan Islam, negara selain memiliki kewajiban untuk menyelesaikan problem ekonomi dan keamanan umum, ia juga memiliki kewajiban untuk menciptakan keamanan akhlak dan bangunan keluarga.

sang Ayatollah juga menyinggung upaya keras imperatur media imprealisme internasional untuk menggambarkan apa yang terjadi di Iran kemajuan di berbagai bidang dan tetapnya berpegangteguh pada dasar dan hal-hal yang fundamental dengan berita-berita buatan yang menggambarkan sebaliknya. karenanya merupakan tugas berat para pejabat tinggi negara untuk melanjutkan jalan yang telah digariskan oleh Imam dan menciptakan berbagai kemajuan di berbagai bidang; ekonomi, keilmuan dan politik termasuk berlawanan dengan perat urat saraf yang mereka lancarkan.

Pada akhir khotbahnya beliau juga menyebutkan tentang upaya para musuh untuk melakukan perpecahan antara dua kelompok besar Islam Sunnah dan Syiah. karenanya kaum muslimin haruslah waspada dan sadar untuk tidak termakan tipu daya mereka. semua kaum muslimin dengan berbagai perbedaan pandangan yang ada semuanya berada di bawah bendera tauhid, lâ ilâha illallâh Muhammadur rasûlullâh yang haram darahnya. dan di dalam pemahaman yang benar siapa saja yang melumuri tangannya dengan darah saudaranya sesama muslim, maka ia telah melakukan dosa besar yang dapat mengeluarkan dirinya dari Islam dengan perbuatannya itu.

130423
captcha