Iqna: Shalat Jumat yang didirikan di kota Tehran, kemarin dihadiri oleh jamaah yang tidak seperti biasa jumlahnya. Bertindak sebagai khatib dan Imam Aayatullah Imami Kasyani, anggota pakar Islam Dewan Garda Revolusi Republik Islam Iran.
Pada awal khotbahnya Ayatullah Kasyani menyampaikan apresiasinya kepada para pecinta Imam yang telah menghadiri acara peringatan Haul Imam Khomeini beberapa hari yang lalu. Menurutnya hal itu adalah sangat positif karena membesarkan Imam Khomeini bukanlah membesarkan pribadi beliau semata, namun membesarkan Islam dan perjuangan Islam serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Beliau juga menyampaikan firman Allah SWT yang disebutkan dalam surah Shad ayat 45-47, yangmana Allah SWT menyuruh Nabi-Nya untuk mengingat para nabi sebelum beliau, seperti Ibrahim, Ya’kub dan Ya’kub, karena mereka adalah pribadi-pribadi yang memiliki tangan (kekuatan) dan mata (pandangan yang benar). Mereka telah mempergunakan pandangan dan kekuatannya dengan tulus ikhlas demi melaksanakan tugas yang ada di pundak mereka dan meyakini khidupan itu tidak terbatas di dunia semata, namun juga di akhirat.
Ayatollah Imami melanjutkan, bahwa Imam Khomeini melanjutkan apa yang telah digariskan oleh para nabi. Dunia saat ini pelan-pelan ingin menjadikan mesjid seperti gereja, para pakar agama (fakih), filosof dan ahli hadis Islam akan disamakan dengan para Kardinal dan Pendeta dan para Maraji’n akan diposisikan seperti Paus. Spiritualitas Islam akan dijadikan sebagai upacara seremonial semata dan mesjid menjadi kering dan tanpa spirit. Namun Imam bangkit dan menunjukkan, bahwa yang diajarkan oleh Islam dan Al Quran tidaklah demikian.
Imam Khoemini dengan perjuangannya ingin mengeluarkan kitab fikih, filsafat, hadits dan ilmu-ilmu Islam lainnya yang telah ditutup dengan debu kepada dunia dan menunjukkan, bahwa kitab-kitab inilah yang memberi spirit dan makna kehidupan. Karenanya para imprealisme internasional berusaha untuk memarjinalkan Islam dan pergerakannya.
Menurutnya, dunia saat ini menyaksikan sensitifitas yang lebih dari pihak-pihak yang memusuhi Islam dan kaum muslimin dari pada tahun-tahun sebelumnya. Kadang-ladang mereka melakukan pelecehan kepada Nabi. Dalam kesempatan lain pelecehan kepada Al Quran dan pelecehanan kepada Iran yang menjadi pusat penyebaran Islam dan perjuangan Islam.
Dalam pengamatan beliau hubungan antara Imam dan umat yang dipimpinnya serta hubungan umat dengan Imam dan saat ini dengan pengganti beliau, yakni Imam Ali Khamenei adalah hubungan yang berangkat dari cahaya dan semangat wilayah. Dan cahay dan semangat inilah yang mendorong mereka untuk taat dan patuh walaupun harus berjuang dan berkoban dengan apa yang mereka miliki.
Pada kesempatan berikutnya beliau juga menyinggung ketegangan Amerika dengan Rusia. Beliau pun juga memprotes apa yang dilakukan oleh para musuh untuk melakukan tindakan-tindakan yang merusak akhlak dan keberagamaan generasi muda Iran.
Pda khotbnah ke dua beliau juga menyebutkan tentang hari Haul Sayyidah Fatimah, putri Nabi tercinta, wanita suci dan agung serta teladan seluruh manusia, khususnya para kaum hawa.
131329