Iqna merilis dari MEMRI, bahwa para pemimpin kaum muslimin di wilayah Waziristan, Pakistan melakukan reaksi atas pemberian gelar "kesatria" bagi Salman Rusydi oleh Elizabeth II pada hari Ultahnya yang ke 82 dengan cara menyediakan hadiah sebesar sebelas setengah juta dolar bagi yang berhasil melaksanakan hukuman mati atas seorang yang telah dihukumi murtad itu.
Menurut mereka apa yang dilakukan oleh Inggris itu di saat-saat seperti ini adalah melukai kaum muslimin dunia.
Beberapa negara seperti Iran, pakistan, India, Malaysia dan Indonesia menyaksikan aksi protes kaum muslimin beberapa hari setelah penobatan gelar tersebut.
Imam Khomeini di tahun diterbitkan buku ayat-ayat setan itu, yaitu tahun 1989 telah mengeluarkan fatwa murtad yang wajib dibunuh kepada penulisnya yang telah menghian Nabi saw.
Di dalam teks fatwa itu Imam Khomeini, pemimpin spiritual tertinggi Iran saat itu menyebutkan, bahwa para pelaku pembunuhan jika terbunuh di saat melaksanakan tugas suci ini, maka dihukumi sebagai "Syahid" insya Allah.
HIngga saat ini dua orang telah dihukum mati setelah ditangkap oleh petugas keamanan Salman Rusydi dalam upaya pembunuhan terhadap penulis novel ayat-ayat setan itu. dua orang itu, satu berkebangsaan Iran dan yang lainnya berkebangsaan Lebanon.
137214