Ashghar Muqaddam Rad, seorang guru besar ilmu politik dan anggota dewan akademik Universitas Tabriz dalam wawancaranya dis ela-sela sarasehan ilmiah "Al Quran dan Ilmu Modern" menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa jika kita menjadikan agama sebagai obyek ilmu pengetahuan, maka banyak masalah yang misteri akan nampak
Guru besar yang telah menulis banyak makalah ilmiah sejak awal kemenangan revolusi ini saat ini mendapatkan penghargaan dari Lembaga Perencenaan dan Penelitian Kota Tehran.
Berkenaan dengan latarbelakang pendidikannya, Ia mengatakan, bahwa pembahasan asli yang menjadi konsentrasinya dalam makalah-makalahnya adalah dasar-dasar ilmu politik dalam Islam dan revolusi Islam Iran. ada juga tentang Strategis Barat dan Timur menghadapi Revolusi Islam serta Psikologi Politik.
Muqaddam menegaskan, bahwa antara agama dan ilmu tidak dapat dipisahkan dan bukan dua hal yang saling terpisah, namun saling terkait, karenanya penggunaan ilmu agama dan non agama tidaklah tepat.
Menjawab pertanyaan tentang penerapan Al Quran pada ilmu sains modern, beliau mengatakan, bahwa keduanya sangat terkait dan tak bisa dipisahkan, jika agama itu kita defininisikan sebagai sikap manusia atas sebuah obyek masalah, atau agama itu sebagai mengenal sebuah obyek maka banyak hal yang ambigu itu menjadi jelas. oleh karena ilmu agama adalah ilmu yang memberi arahan, karena ilmu adalah alat agama.
Profesor Muqaddam Rad menambahkan, bahwa sebenarnya agama itu memanfaatkan ilmu pengetahuan. agama adalah tujuan sedangkan ilmu pengetahuan dan sains adalah sarana yang menghantarkan kepada tujuan.
Menuruntnya, jika tujuannya adalah dunia dan manfaatnya, maka ia akan menafsirkan ayat Al quran sesuai dengan keinginan yang diinginkannya sehingga agama menjadi apa yang diinginkan olehnya dan bekerja demi meraih apa yang diinginkannya. dalam teks hadits dan al Quran ada keterangan tentang hal itu. yakni yang sesuai dengan keinginan dan cocok dengan dirinya. kalau agama didefinisikan demikian, maka yang dimaksud dengan agama sangatlah luas.
Giru Besar Universitas Tabriz ini mengharapkan para anggota SC tidak hanya mencukupkan pada kegiatan seremonial dan pertemuan-pertemuan belaka, namun benar-benar bekerja untuk menghasilkan sebuah pemahaman dan oenjelaan, bahwa pandangan agama terhadap ilmu pengetahuan itu bagaimana dan apakah tafsiran itu haruslah satu atau memungkinkan untuk lebih dari satu.
163563