Iqna merilis dari surat kabar Al Wathan yang terbit di Arab Saudi menyebutkan hal itu dan menambahkan, bahwa selain para peneliti dan intelektual dari Palestina turut hadir pula sebagai peserta seminar para intelektual dan peneliti dari Yordania, Tunisia, Al Jazair, Turki, Maroko dan Prancis.
Selain hadir para peserta itu telah menyiapkan makalah untuk disampaikan pada seminar yang berlangsung selama dua hari ini yang masing-masing membahas identitas keagamaan, budaya dan historis kota Al Quds.
Mahmud Al Habasyi, Mentri Wakaf dan Urusan Islam berkenaan dengan pembentukan negara berdaulat Palestina mengatakan, bahwa seminar ini bertujuan untuk menegaskan identitas Keislaman dan Arab kota Al Quds serta menjaga kesucian tempat yang dimuliakan oleh Islam dan Kristen melawan proyek pembangunan pemukiman Yahudi yang dilakukan oleh rezim zionis.
Pada hari pertama seminar dibahas tentang dampak buruk yang telah ditimbulkan oleh proyek penghancuran yang rumah-rumah yang dilakukan oleh rezim zionis di sekitar mesjid Al Aqsha. sebagaimana dibahas pula, bahwa memperjuangkan identitias politik dan budaya Islam untuk kota Al Quds bukanlah tugas orang Palestina saja, namun seluruh bangsa Arab dan kaum muslimin memiliki kewajiban yang sama dalam rangka menjaga situs Islam yang bernilai historis ini.
Di sela-sela seminar juga dilakukan pameran foto dan gambar yang berhubungan dengan historis kota Al Quds, Mesjid Al Aqsha, Qubbah Shakhrah dan kaligrafi yang merupakan hasil karya zaman pemerintahan Umawiyyah dan Usmaniyah. Begitu juga ikut dipamerkan hasil karya seni rakyat Palestina.
426369