IQNA

Kemajuan Ilmu Pengetehuan Diraih demi Menegakkan Nilai-Nilai Keadilan dan Kemanusiaan

10:42 - October 07, 2010
Berita ID: 2008142
Imam Ali Khamenei: Kita berusaha untuk menguasai ilmu pengetahuan dalam rangka membantu orang-orang tertindas dunia dengan menegakkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan
IQNA merilis dari situs resmi Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, bahwa Kemarin (6/10) dalam pertemuan dengan lebih dari seribu pemuda teladan di bidang keilmuan menyebut investasi di bidang ‘ilmu, teknologi dan mencetak tenaga handal' sebagai prioritas utama dalam program pembangunan yang ideal. Beliau juga menilai penyempurnaan proses berbagai cabang keilmuan yang saling terkait sebagai kebutuhan inti negara dan pendorong bagi gerakan dan kemajuan yang tak berkesudahan di seluruh cabang keilmuan.

Dalam pertemuan tersebut beliau menjelaskan pandangan strategis yang menilai ilmu sebagai dasar utama bagi kekuatan materi dan spiritual negara. Beliau mengatakan, "Untuk mengejar ketinggalan yang sudah menahun, historis dan dipaksakan terhadap negara ini di bidang keilmuan, diperlukan kerja keras dan lompatan tanpa henti dari semua warga Iran yang peduli akan kehormatan juga semua pejabat, kalangan teladan, mahasiswa dan dosen."

Ayatollah al-Udzma Khamenei menyinggung prestasi keilmuan gemilang yang dicapai dalam sepuluh tahun terakhir. Menurut beliau, prestasi yang membanggakan ini menunjukkan adanya potensi yang meledak-ledak di dalam jiwa para pemuda dan hal ini semakin mempertebal harapan akan masa depan yang cerah. Beliau menandaskan, "Kita harus optimis dan terus bertumpu kepada kemampuan diri sendiri, sekaligus berlomba mempercepat proses kemajuan sains di negeri ini dengan penuh semangat dan keakraban."

Pemimpin Besar Revolusi Islam lantas menyebutkan prestasi yang dicapai para pemuda Iran di berbagai cabang keilmuan seperti nuklir, sel induk, teknologi nano, teknologi lingkungan dan berbagai cabang lainnya. Beliau menambahkan, "Untuk menyempurnakan dan melebarkan kemajuan ini hingga ke semua cabang, kita harus menciptakan rangkaian sistem keilmuan yang saling terkait."

Menurut beliau, pembentukan rangkaian sains yang mengumpulkan berbagai cabang keilmuan yang diperlukan negara adalah faktor yang bisa memompa laju gerakan keilmuan di cabang-cabang yang lain. "Kemajuan secara berkala, parsial dan bertumpu pada individu dan kelompok harus disosialisasikan ke berbagai cabang, dan arus kemajuan sains dan teknologi secara universal dan tak berkesudahan harus kita ciptakan di semua bidang," tegas beliau.

Rahbar menekankan bahwa untuk mencapai target yang sangat penting ini diperlukan usaha dan perjuangan keilmuan tanpa henti serta perhatian yang khusus kepada kalangan teladan.

Beliau menjelaskan bahwa langkah paling penting dalam upaya menaungi para elit teladan adalah dengan mempersiapkan segala keperluan perangkat lunak dan berat yang mereka perlukan. "Para elit teladan terus bekerja, berkarya, dan meneliti untuk memajukan negara. Karena itu, semua yang diperlukan untuk gerakan mereka harus dipersiapkan," kata beliau.

Ayatollah al-Udzma Khamenei menyinggung soal peta keilmuan universal yang menggariskan bagian penting dari kebutuhan keilmuan negara, seraya menandaskan, "Aktivitas yang ada saat ini menunjukkan keberanian, perhatian, rasa percaya diri dan cita-cita tinggi kalangan elit teladan, dan tentunya kondisi ini sangat diharapkan dan sekaligus menarik."

Dalam kesempatan itu beliau juga mengetengahkan wacana untuk mengubah pemikiran dan ilmu menjadi produk siap jual. "Kita harus membuat mata rantai proses yang membawa hasil pemikiran dan otak para insan teladan ke pusat-pusat keilmuan, yang setelah melalui proses pengembangan keilmuan para insan teladan di bidang teknologi dan industri lewat kerja keras dan usaha diubah menjadi komoditas industri dan non industri. Pada tahap selanjutnya, instansi-instansi terkait akan mempersiapkannya menjadi produk siap jual," kata beliau selanjutnya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut produksi komoditas siap jual sebagai hal yang urgen. Beliau mengungkapkan, "Temuan ilmiah dan industri harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk melahirkan kekayaan. Para pejabat terkait sejak tahap awal proyek ilmiah dan industri harus sudah memikirkan nilai jualnya."

Menanggapi usulan salah seorang elit teladan tentang pembentukan perusahaan yang aktif di bidang keilmuan dan teknologi, Ayatollah al-Udzma Khamenei menyebut usulan itu sebagai prakarsa yang berguna seraya mengimbau pemerintah untuk secara cerdas mengelola perusahaan-perusahaan keilmuan seperti itu.

Beliau lebih lanjut menyatakan bahwa adanya minimal satu pusat penelitian di setiap perguruan tinggi adalah masalah yang penting dan akan membuka jalan bagi kemajuan keilmuan dan membantu para elit teladan untuk bisa lebih beraktivitas. "Memanfatkan para dosen yang sudah pensiun di pusat-pusat penelitian akan menjadi penyambung antara generasi teladan yang baru dengan para dosen veteran dan berpengalaman," tandas beliau.

Pemimpin Besar Revolusi Islam memuji dukungan kepada kalangan elit teladan dalam beberapa tahun terakhir dan menyebutnya sangat baik. Seraya menyinggung keharusan untuk bekerja lebih keras lagi, beliau menandaskan, "Harus diupayakan supaya kerumitan proses administrasi tidak merusak pengabdian yang sudah ada."

Beliau menyatakan bahwa investasi untuk kalangan teladan harus selalu dikontrol dan dievaluasi. "Seluruh aktiivitas dan kemajuan ilmu di negera-negara tetangga dan negara-negara Islam harus terus dipantau untuk menjadi bahan pemikiran dalam menyusun program dan agenda kerja," imbuh beliau.

Rahbar menjelaskan bahwa penekanan yang dilakukan pemerintah Islam terkait signifikansi bidang ilmu berasal dari perhitungan yang teliti dan mendalam. Beliau mengatakan, "Penekanan soal gerakan keilmuan dan kemajuan sains bukan basa-basi atau pengungkapan emosi yang tidak faktual atau kondisional, sebab menurut perhitungan yang teliti, ilmu dan sains adalah pilar yang penting untuk membangun kekuatan materi dan spiritual bagi setiap negara. Setiap bangsa yang tertinggal dalam persaingan ini akan dipaksa mengikuti orang lain."

Target kemajuan sains yang telah dicanangkan oleh pemerintah Islam di Iran, kata beliau, ditentang keras oleh Dunia Barat. Seraya menjelaskan berbagai tragedi yang terjadi di negara-negara Barat ketika hendak melangkah di ranah kemajuan ilmu, Ayatollah al-Udzma Khamenei mengatakan, "Target yang dikejar oleh Dunai Barat dari kemajuan sains adalah untuk menimbun kekayaan. Dan untuk mengejar tujuan itu, mereka sama sekali tak mengindahkan etika, keimanan dan hak bangsa-bangsa di anak benua India, Afrika, Asia Timur dan Amerika Latin."

Menurut beliau, meluasnya kezaliman, kian lebarnya kesenjangan, penistaan hak-hak bangsa-bangsa lain adalah diantara akibat dari kesalahan Barat dalam menentukan target keilmuan. "Dalam Islam, penyucian diri atau tazkiyah lebih diutamakan daripada ilmu. Sebab, tanpa tazkiyah dan pendidikan insani, ilmu akan menjadi alat untuk melakukan kejahatan dan pengkhianatan," kata beliau.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menjelaskan bahwa tujuan asli Republik Islam dalam mengembangkan ilmu dan mencapai kemajuan sains dan teknologi adalah untuk mengembangkan sisi kemuliaan insani dan membela hak-hak manusia dengan pembelaan yang hakiki. Beliau mengatakan, "Kita mengejar ilmu untuk mencapai kekuatan hakiki dan mengibarkan panji keadilan dan kemanusiaan di dunia. Dengan demikian kita dapat membela kaum tertindas dan tegar serta resisten dalam menghadapi kezaliman kaum durjana dan mereka yang haus kekuasan."

Di bagian akhir pembicaraannya, Rahbar mengungkapkan, "Kalangan elit teladan di negeri ini, para mahasiswa, dosen, pejabat dan seluruh rakyat Iran tengah membuka metode baru untuk menetapkan tujuan bagi kemajuan ilmu. Dengan keberhasilannya mencapai kekuatan sains sebagai dasar utama bagi kekuatan materi dan spiritual, bangsa ini akan mengibarkan panji nilai-nilai Islam yang penuh kebanggaan di dunia."

Di awal pertemuan, Dr Soltankhah, Deputi Presiden bidang keilmuan dan teknologi yang juga ketua Lembaga Nasional Elit Teladan dalam laporannya menjelaskan kinerja lembaga yang dipimpinnya dalam setahun terakhir. "Lembaga ini memberikan dukungan materi dan spiritual kepada elit teladan di bidang budaya, pengembangan dan komunikasi. Lembaga ini telah memperluas kantor perwakilannya di tingkat provinsi dalam rangka menyeragamkan peluang bagi semua insan teladan di seluruh penjuru negeri," katanya menjelaskan

669906
captcha