IQNA

Dukungan Pembuatan Film Berasaskan Kisah-Kisah Al Qur’an

12:20 - October 09, 2010
Berita ID: 2008971
Mentri Penerangan Islam Mendukung Pembuatan Film Berasaskan Kisah-Kisah Al Qur’an Sayyid Muhammad Husaini mentri kebudayaan danpenerangan islam hari ini hadir di ruangan umum Parlemen menanggapi beberapa pertanyaan perwakilan publik, dalam rangka melindungi kementrian ini dan menekankan dari pembuatan film-film yang berlandaskan kisah-kisah Al Qur’an.
IQNA melaporkan: sayyid Muhammad Husaini mentri kebudayaan dan penerangan islam, pada bulan Oktober hadir diruangan terbuka Dewan Parlemen Islam menjawab pertanyaan dari Mahmud Ahmadi Bighos wakil Rakyat diruangan pameran internasional, tentang kondisi perfilman, sinema, teater dalam pandangan menjaga hijab, pakaian yang tidak layak dan pakaian wanita.

Husaini dalam menjalaskan upaya kementrian penerangan pada tahun-tahun terakhir ini dalam rangka memperbaiki bidang-bidang ini, beliau mengatakan: Manajement artis dan pejabat lainnya dari kementrian penerangan mereka mengadakan perjanjian bahwa semua upayanya terus ditingkatkan dalam rangka melakukan sebaik-baik kondisi budaya negara.

Mentri penerangan mengingatkan: bahwa di bidang kebudayaan tidak boleh menunggu hasil yang cepat, langkah-langkah yang baik telah dilakukan di bidang sinema, semua upaya kementrian penerangan adalah untuk hal ini, dengan memperhatikan secara teliti.

Pengumuman Husainy berkenaan dengan kementrian penerangan memiliki program jangka panjang untuk melindungi pembuatan film dengan tema-tema sejarah islam, pembelaan dalam perang yang dipaksakan, selebriti Iran dan Islam, tema-tema keluarga dan anak-anak. Di ingatkan, bahwa dalam scenario kami sensitive sehingga produk kinerja kami kompatibel dengan keyakinan kami, dan dalam pembuatan film-film yang bersama dengan semua negara kami juga mencari penilaian yang positif.

Beliau juga mengakui dengan keberadaan titik kelemahan yang ada dalam teater, beliau menegaskan: program yang di dukung oleh kelompok-kelompok teater daerah juga akan segera diselesaikan.

Berhubungan denga permasalahan hijab di pameran buku ini juga menteri penerangan mengatakan: pameran ini adalah sebuah peristiwa besar kebudayaan yang seperti pribadi-pribadi seperti Ayatullah Hasan Zadeh Amuli juga tidak sedikit akan datang pada acara-acara ini, mereka juga ikut berpartisipasi dalam hal itu, dalam artian bahwa mereka tidak akan mengurangi upaya suasana spiritual meskipun di ruangan bidang ini, hal ini telah diperingatkan.

Husainy juga menjelaskan aktifis pameran buku mereka juga melaksanakan tugasnya dengan baik, begitu juga markas amar ma’ruf nahi mungkar, polisi keamanan, sampai hakim khusus berlangsungnya pameran ini, beliau juga memberitahukan: bahwa salah satu criteria kami untuk tahun depan adalah menjaga hijab, dan siapa saja yang melakukan kesalahan dengan melanggar undang-undang maka kami tidak akan mengizinkan mengadakan stand di pameran.

Mentri kebudayaan dan penerangan islam dengan menyebutkan datangnya pimpinan spritua dan para tokoh-tokoh besar ke pameran kitab tahun ini, mengatakan:sebagian ulama mengkhawatirkan sebagian buku-buku, oleh karenanya telah ditetapkan bahwa buku-buku yang mempromosikan rezim zionis, rezim Syah, wahabisme, irfan –irfan palsu dan wajah-wajah yang menentang, akan dikeluarkan dari pameran ini, tema-tema ini telah di atasi dengan teliti dan mendapat sertifikat dari Ayatullah Subhani.

Husaini pada kesempatan lain dari perkataannya dalam penjelasnnya yang berhubungan denga film-film “ Bedurud Baghdad” dan Tal ova mas” termasuk film-film yang bernilai tinggi, beliau menegaskan: kebanyakan para peminat berkisar tentang film-film pendidikan agama dan pembelaan terhadap peperangan yang dipaksakan (difa’muqoddas).

Beliau mencontohkan: sebagian film harus di buat berlandaskan kisah-kisah Al Qur’an, dan kami dalam tahapan penyusunan film-film Qur’ani.
Wartawan IQNA menceritakan tentang hal ini, Mahmud Ahmadi Bighos dalam penjelasan mentri kebudayaan dan penerangan islamsangat memuaskan dan mengumumkan tidak butuh lagi untuk pendapat lainnya,

Sebagian pertanyaan Ahmadi Bighos dari mentri kebudayaan dan penerangan Islam adalah: kondisi perfilman Persia dan teater negara islam ini, dengan beratus ribu syahid sudah tidak dapat di hitung, dan pertunjukan teater juga sinema adalah lebih baik. Tapi sayangnya deputi cinema departemen juga telah berjanji selama dua tahun untuk membenahi dunia perfileman. Book fair pada tahun ini disebabkan rasa malu para petugas dengan semangat dan berdiri tegak dengan prinsip-prinsip islam, dan sayangnya para pengunjung stand kebanyakan para wanita, dalam hijab yang tidak baik , operator teater yang banyak meramaikan perfileman dengan penampilan pakaian yang tidak berhijab.

669748
captcha