IQNA

Majlis Tertinggi Umat Syiah Libanon Berharap Diadilinya Pemerintah Libiya

3:38 - February 25, 2011
Berita ID: 2085915
Majlis tertinggi Islam Umat Syiah Libanon mengharapkan agar pemerintah Libiya ini diadili atas ketidak jelasan nasib imam Musa Sadr, mantan pemimpin umat Syiah Libanon asal Iran dan orang-orang yang bersamanya yang diculik oleh rezim Libiya beberapa tahun silam
Laporan IQNA cabang Libanon mengutip dari situs qudsprees: majlis Islam tertinggi umat Syiah Libanon mengutuk keras pembunuhan yang tanpa belas kasih terhadap para demontran Libiya oleh pemerintah negara ini.

Majlis ini mengharap agar rezim Libiya di adili karena perbuatan kriminal yang dilakukan dengann menculik Imam Musa Sadr dan orang-orang yang bersamanya beberapa tahun yang lalu serta mengharap mereka segera dibebaskan.

Pada kesempatan tersebut Sayyid sadruddin Sadr putra imam Musa Sadr pada wawancaranya dengan kantor berita An Nasrah menegaskan: sesuai dengan informasi yang ada menyatakan bahwa imam Sadr, Syekh Muhammad Ya’qub dan Abbas Badruddin , dan wartawan mareka dalam keadaan hidup tertawan di dalam penjara Libiya.

Disebutkan bahwa pada tanggal 31 Agustus 1978 Imam Musa Sadr bersama Syekh Muhammad Ya’qub dan seorang wartawan yang bernama Abbas Badruddin melakukan perjalana kenegara ini untuk mengadakan pertemuan dengan Muammar Qadafi Presiden Libiya, dan menginap di hotel Asy Syathi kota Tripoli ibu kota Libiya.

Sebelum meninggalkan tanah Libanon telah diumumkan bahwa beliau akan mengadakan perjalanan ke Libiya untuk mengadakan pertemuan dengan Muammar Qadafi, tetapi media Libiya tidak mengumumkan berita pertemuan imam Musa Sadr ini bahkan berita kesampaian beliaupun tidak diumumkan di media-media Libiya, dan sejak saat itu sampai sekarang tidak ada kontak yang dapat di hubungi dengan beliau.

752644
captcha