IQNA

Syekh Al-Azhar Sebut Pemerintahan Libya Tidak Sah

6:02 - February 28, 2011
Berita ID: 2087567
Setelah beberapa hari berdiam diri atas berbagai krisis yang melanda dunia Arab, kini Syekh al-Azhar menyatakan sikapnya bahwa pemerintahan diktator Libya haus darah dan tidak sah, serta diperbolehkan untuk tidak mematuhi penguasa militer negara itu.
Iqna mengutip laporan dari situs Muhith, Syekh al-Azhar pada kesempatan tersebut menyatakan, penguasa Libya saat ini telah kehilangan legalitasnya dan pemerintahan negara ini yang zalim ini telah diberontak oleh rakyatnya.

Dr. Ahmad Tayyib menegaskan, sikap dari Muammar Khadafi yang ingin mempertahankan rezimnya dengan mengorbankan darah rakyat dan telah melakukan berbagai kejahatan yang melanggar hak-hak rakyat, hingga menjadikan pemerintahan Libya berubah menjadi pemerintahan militer.

Ia pun mengharapkan dukungan dari negara-negara arab dan seluruh kaum muslimin untuk membantu rakyat Libya melalui bantuan kemanusiaan dan medis.

Beliau juga merasa prihatin atas jatuhnya korban dari pihak sipil dan menyatakan bahwa pemerintah tidak berhak membunuh rakyat demi mempertahankan kekuasaannya, serta mengecam tindakan brutal atas pemerintahan Khadafi.

Dunia arab telah menjadi saksi atas berbagai gelombang protes rakyat atas pemerintahan mereka dan demikian pula terjadi di Libya yang menyebabkan ratusan warga sipil terbunuh.

Forum Kajian Islam al-Azhar menyatakan sikap kritik atas media arab yang tidak memihak pada kepentingan rakyat atas berbagai kekerasan yang terjadi di Libya dan al-Azhar sebagai lembaga agama terbesar Ahlussunnah menyatakan kecaman keras terhadap tindakan brutal pemerintahan Khadafi.

754406

captcha