IQNA

Parlemen Irak Mendesak Internasional atas Penodaan kesucian Al Qur’an

13:13 - April 06, 2011
Berita ID: 2101587
Parlemen Irak pada pertemuannya kemaren yang dipimpin Usamah An Najafi ketua parlemen, dan dihadiri oleh 164 perwakilan parlemen Irak, dari Amerika, Vatikan, PBB, OKI dan semua organisasi dan lembaga –lembaga internasional yang mendesak dan mengutuk penodaan atas kesucian Al Qur’an Al Karim.
Laporan IQNA mengutip dari situs Suara Irak “Sautul Irak”: Maha Ad Dhuri wakil Parlemen Irak pada pertemuan resmi kemaren 5 April dalam rangka mengutuk penodaan atas kseucian Al Qur’an Al Karim oleh seorang pimpinan gereja Amerika di negara Florida, dari perlemen Irak mendesak agar OKI dan Pop Vatikan mengeluarkan penjelasan dengan mengutuk tindakan kejahatan dan tidak tidak terpuji ini, dan juga mendesak agar menjadikan tahun ini sebagai tahun dukungan atas Al Qur’an.

Dari sisi lain, Ali Al Alaaq, wakil parlemen dan ketua komisi wakaf parlemen Irak menyarankan dengan upaya dewan kehakiman agung dan pemerintah Irak agar dibentuk pengurus dengan tujuan penuntutan semua hukum atas pembakaran kitab Ilahi dan penodaan terhadap Al Qur’an Al Karim as.

Selanjutnya dalam penjelasannya atas pembacaan yang disampaikan pada komite sidang resmi parlemen, dan pada penjelasan ini dia mengutuk atas penodaan kehormatan kitab suci A Qur’an , tindakan ini merupakan penodaan yang jelas atas kesucian dan menyebutnya sejenis terorisme intlektual, dia juga menyalahkan negara-negara Islam yang bersikap diam dalam mengahadapi kejahatan ini.

Pada penjelasan selanjutnya, mendesak pemerintah Amerika untuk mengadili pemimpin gereja Amerika yang telah melakukan penodaan terhadap kesucian Al Qur’an , dan meminta PBB untuk membentuk undang-undang krimainalitas atas penodaan terhadap kitab-kitab suci samawi, dan menjaga kesuciannnya.

Begitu juga dalam penjelasannya OKI membentuk pertemuan luar biasa untuk membahas tema ini, sehingga para pelaku tindakan ini dapat dikenakan hukuman.

Pada penjelasannya Ali Al Alaaq, mendesak agar tahun ini diberi nama dengan tahun “dukungan atas Al Qur’an”, dan umat Islam dapat hidup damai, menghormati kesucian semua agama dan jauh dari berbagai macam fitnah agama dan perang mazhab.

Ra’de Ad Dahliki salah seorang parlemen Irak juga mendesak negara ini agar mengeluarkan duta besar Amerika dari negara ini, dan tidak memberikan izin masuk sampai mereka mengeluarkan pesan permohonan maaf secara resmi.


769063
captcha