IQNA mengutip dari situs “Saphimews” : unjuk rasa ini terlaksana dengan upaya Asosiasi Masyarakat menentang Islam fobia (CECI).
Asosiasi ini dalam penjelasannya mengumumkan: kekerasan rasial dan Islam fobia di Prancis khususnya di kota Lyon di Eropa dalam kondisi berkembang, sementara pertemuan dan dialog tentang berkembangnya islam fobia sangatlah luas, bertahun-tahun kami menyaksikan masalah ini dimana Islam fobia baik dalam kehidupannya sehari-hari dalam bermasyarakat atau dalam menjadi pemmimpin pemerintahan telah berubah menjadi sebuah penurunan.
Dalam pernyataannya juga disebutkan: bahwa kontroversi pertama dengan tema hijab pada tahun 1989 sampai masalah dialog Islam dan laisitah, dan juga penekanan terhadap masalah identitas nasional, produk-produk halal, atau mendirikan sholat di jalan-jalan, umat islam selalu menjadi korban di media-media, area politik, beberapa tulisan intlektual, dan di parlemen negara ini.
Asosiasi ini juga menyatakan: tujuan pembahasan dan dialog yang berturut-turut ini untuk menunjukkan hubungan antara Islam, kurangnya keamanan, ekstremisme imigrasi dan terorisme, sementara permasalaha utama Prancis adalah pengangguran, ketimpangan , korupsi, master system dan bawahannya.
Unjuk rasa ini diseleggarakan pada jam 15 sampai 20 waktu setempat di depan gedung UMP.
Unjuk rasa yang sama juga telah diadakan pada 3 April, ratusan warga Muslim Paris berkumpul di depan Masjid Jami’ kota ini untuk memprotes berkembangnya Islam fobia dan rencana pelaksanaan “dialog Islam dan Laisitah” oleh partai kanan negara ini; para pengunjuk rasa juga membawa spanduk yang tertulis: “ jika agamaku pilihanku yang tepat maka integrasi adalah satu-satunya cara”.
768640