Warga Syi'ah dan Sunni Bahrain dengan latar belakang persaudaraan di masa lalu tanpa memandang perbedaan mazhab, berdiri bersama-sama. Namun, rezim al-Khalifa saat ini merasakan masyarakat revolusioner di negeri ini akan meraih kemenangan di waktu dekat, mereka dituduh menciptakan fitnah antar mazhab dan dengan cara ini masyarakat akan ditindas.
IQNA mengutip laporan dari situs al-Kautsar bahwa Abdul Karim al-Habil, salah satu ulama Syiah dan khatib Jumat kota Awamiyah di provinsi Qathib, Arab Saudi, seraya mengisyaratkan seruan persatuan dan solidaritas bangsa Bahrain berkata, “Rakyat Bahrain hingga kini masih di bawah penindasan penguasa zalim dan arogan.”
Ia melanjutkan, tindakan pemerintah Bahrain seperti penekanan dan penangkapan para pemrotes, penggerebekan rumah-rumah penduduk dan merusak harta benda mereka, hanya disebabkan mereka menuntut keadilan dan penentuan atas nasib sendiri.
Mengacu pada para penentang sistem mereka oleh mayoritas masyarakat Bahrain, ia mengatakan, “Tuntutan rakyat Bahrain berdasarkan hukum dan peraturan internasional sepenuhnya diterima dan legal.”
Ulama terkenal dari Arab Saudi itu di akhir penyataannya mengatakan, pihak oposisi dan pemprotes bukanlah berasal dari satu mazhab dan hal ini hanya untuk menebarkan fitnah mazhab atau ingin mengenalkan suatu mazhab tertentu kepada kaum minoritas.
772440