IQNA mengutip laporan dari kantor berita IBA menyebutkan bahwa Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki dalam pembicaraan telepon dengan Wakil Presiden AS, Joseph Biden mengenai situasi regional, khususnya yang terjadi di Bahrain dan peristiwa-peristiwa setelah kedatangan pasukan militer rezim as- Saud di tanah Bahrain.
Dalam pembicaraan melalui via telepon itu, Nouri al-Maliki menyatakan sangat prihatin atas kondisi di Bahrain dan menegaskan, slogan-slogan perjuangan rakyat Bahrain memiliki hasil dan reaksi negatif di semua negara di kawasan ini.
Namun rezim as-Saud mendapatkan lampu hijau dari AS untuk memasuki Bahrain, sekarang para pejabat dan pemerintah AS bersikap diam terhadap peristiwa tindakan militer di Bahrain.
Adapun duta AS di Baghdad dengan mengirimkan surat kepada Ahmad Chalabi, panitia Konferensi Kemenangan dan Bangsa Bahrain di Irak dengan menyatakan, menghargai upaya penyelenggara konferensi ini dan menyatakan harapan bahwa konferensi ini untuk mengambil peran aktif dalam arah Bahrain mengatasi krisis bangsa dan mencapai kemenangan.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki dengan delegasi penentang rezim dalam kunjungan mereka ke Bahrain melaporkan, pertemuan untuk membahas kondisi memprihatinkan di Bahrain Nouri al-Maliki mengharapkan secepat mungkin rezim militer as-Saud meninggalkan Bahrain.
773069