IQNA mengutip laporan dari situs ‘On Islam’ menyebutkan, mahasiswa Universitas Illinois, Sarmad Gilani menyatakan bahwa meningkatkan hubungan antar individu, maka akan mencegah pembentukan persepsi dan keyakinan yang salah.
Selanjutnya mantan mahasiswa Universitas Illinois ini mengisyaratkan bahwa ia sendiri dibesarkan di kota Bloomington, Amerika dan sejauh ini tidak ada permasalahan warga muslim di sana dan berkata, "Saya hidup dalam masyarakat tertutup, memilih berinteraksi dengan masyarakat untuk dapat memperbaiki citra Islam dan persepsi salah tentang agama mereka dan para pengikutnya.”
Mahasiswa Asosiasi Muslim di Universitas Illinois dalam hal ini mengadakan pertemuan dua hari untuk membahas pertanyaan-pertanyaan seputar Islam dan muslim, serta memberikan respon yang tepat untuk hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan ini.
Pertemuan dengan tema ‘Bertanyalah, Kami akan Menjawab’ berlangsung di Gedung Utama Universitas Illinois bersamaan dengan diadakannya film ‘Generasi Ibrahim as’ untuk para peserta.
Assosiasi Mahasiswa Muslim di universitas ini menyelenggarakan pertemuan bertujuan untuk menghilangkan pemahaman yang tidak benar tentang Islam, yang biasanya bersangkutan dengan masalah terorisme dan hak-hak perempuan dalam Islam.
Mantan menteri Amerika Serikat, Richard J. Watts juga menghadiri pertemuan itu dan mengharapkan untuk menghapus persepsi yang tidak benar tentang Islam di Amerika dengan menyatakan, menghilangkan kesalahpahaman dan persepsi yang salah tentang Islam dan kaum muslimin memerlukan waktu dan dapat diselesaikan dengan berlalunya waktu.
Menurut laporan itu, mahasiswa muslim Universitas Illinois juga menyelenggarakan berbagai program lainnya dengan tujuan ini.
Perlu diketahui bahwa setelah kejadian sebelas September, populasi muslim Amerika berkisar antara 6 sampai 7 juta orang, menghadapi berbagai tindakan salah terhadap Islam.
780812