IQNA mengutip laporan dari kantor berita Azerbaijan, Trend mennyebutkan bahwa Ekmaluddin Ihsan Oghlu dalam sebuah pidato, mengatakan" Wakil Sekjen urusan Kemanusiaan OKI, Atha al-Manan Bakhait memaparkan 60 persen negara anggota OKI tahun 2010 mengalami krisis kemanusiaan yang meliputi 32 negara.”
Ia menambahkan, masyarakat sipil di dunia Islam dalam perkembangan terakhir sebagai aktor utama, masalah ini memerlukan rancangan mekanisme bahwa organisasi sipil berada dalam sistem OKI.
Dalam mekanisme tersebut, Organisasi Konferensi Islam dan masyarakat sipil melakukan koordinasi lebih untuk melakukan aktivitas manusia dan meningkatkan proses pemberian bantuan kemanusiaan dalam kondisi kritis, lanjutnya.
Sekretaris Jenderal OKI dalam pidatonya itu, juga mengisyaratkan tentang pentingnya keterangan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri organisasi ini pada tahun 2006 di Baku, ibukota Azerbaijan dan para pengamat dari organisasi masyarakat sipil di negara-negara anggota OKI menyetujui, dengan mengatakan, "Pernyataan ini, merupakan langkah penting menuju kerjasama erat dengan organisasi-organisasi masyarakat sipil dan peran penting organisasi ini di bidang kemanusiaan dan pembangunan.”
Perlu diketahui bahwa pertemuan kelompok para pengamat ke-3 Sabtu kemarin, dihadiri oleh para pengamat dan perwakilan tetap negara-negara anggota OKI di Jeddah, Arab Saudi dan berakhir pada Minggu kemarin.
784245