IQNA

13:36 - August 09, 2011
Berita ID: 2167854
Ayatullah Misbah Yazdi: Mengkufuri Nikmat akan menyebabkan runtuhnya nilai-nilai akhlaq dalam diri manusia dan akan menjatuhkannya.
IQNA cabang Qom: Ayatullah Misbah Yazdi menyampaikan hal itu dalam taushiyahnya di majlis Penjelasan Doa-Doa Imam Mohammad Al Baqir as di Kantor Imam Ali Khamenei di Qom.

Dalam kesempatan itu beliau juga menambahkan, bahwa banyak sekali ayat dan riwayat yang menjelaskan berbagai pembahasan akhlak dan perlawanan atas keinginan hawa nafsu yang akan menghantarkan manusia pada ketinggian maqam tauhid.

Menurutnya jalan yang paling singkat untuk menyampaikan seseorang pada ketinggian akhlak adalah akhlak amali atau praktis.

Dalam hal ini beliau mengatakan: Akhlak praktis adalah pembuka jalan bagi orang yang berada di berdiri di kaki gunung dan berkeinginan untuk menaiki berbagai tangga menuju kesempurnaan.

Guru Besar Hauzah ini menekankan akan pentingnya kita memanfaatkan pengalaman dan penekanan para guru akhlak untuk memahami tema-tema akhlak dengan mengatakan, bahwa sabda-sabda Imam suci Ahlul Bait as akan membantu kita untuk memahami dengan jelas dan benar jalan yang harus ditempuh itu.

Selain itu menurutnya yang sering kita dapatkan dari para senior Guru Akhlak adalah, bahwa cinta pada Tuhan merupakan tembok besar dan tebal yang akan melawan gangguan dan bisikan setan.

Ayatullah Misbah mengajak kita merenungi berbagai ayat dalam al Quran yang menjelaskan, bahwa hamba yang bersyukur atas karunia Allah SWT itu adalah sedikit, sementara pada saat yang sama Allah SWT menjelaskan berbagai karunia-Nya dan mengakhiri banyak ayat-Nya dengan kata "agar kalian bertakwa"

Menurutnya syukur bukanlah hal yang sederhana, namun ia adalah masalah besar yang bahkan dengan kewajiban syukur kepada Tuhan yang memberikan karunia dan kenikmatan kepada kita akal dapat membuktikan kewajiban kita mengenal Tuhan untuk kemudian bersyukur kepada-Nya.

Beribadah kepada Tuhan dengan motivasi syukur kepada-Nya adalah ibadah yang paling tinggi mengalahkan sebagian orang yang beribadah karena takut kepada Tuhan atau karena menginginkan kenikmatan surga, tegasnya.

Allah SWT di dalam Al Quran menyebutkan, bahwa mensyukuri nikmat akan menyebabkan bertambahnya nikmta tersebut, sedangkan mengkufurinya akan menyebabkan hilangnya nikmat tersebut. Dan setan selalu berusaha agar manusia selalu mengkufuri nikmta sehingga berbagai nikmat yang diperolehnya akan sirna dari nya, tambahnya.

Ayatullah Misbah menukil sabda Imam Mohammad Al Baqir as yang disampaikan kepada Jabir, bahwa dua hal yang dapat memberikan motivasi kuat agar kita dapat bersyukur kepada Allah. yang pertama adalah mengenal berbagai nikmat, besar dan kecil serta memahami urgensinya. adapun yang kedua adalah memandang kecil pekerjaan yang kita lakukan jika dibanding dengan berbagai karunia Tuhan kepada kita.

Sangat disayangkan jika kita dapati sebagian orang tidak memiliki pengetahuan yang cukup atas karunia Tuhan, lalu bagaimana dapat mensyukurinya? tegasnya.

Di alhir taushiyahnya beliau menekankan, bahwa jika pekerjaan yang kita lakukan tidak dilakukan dengan kehadiran hati, maka kita patut untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas hal itu.

840087
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\