IQNA

Lembaga Kerjasama Islami Mengecam Pembakaran Buku-Buku Islami Di Mauritania

14:13 - May 08, 2012
Berita ID: 2321352
Dalam sebuah pernyataan kemarin, Lembaga Kerjasama Islami mengecam aksi pembakaran buku-buku agama yang dilakukan oleh sekelompok anggota Grup Kebebasan.
Akmaluddin Ihsanuf, direktur Lembaga Kerjasama Islami dalam pernyataannya menyebut aksi pembakaran buku-buku Islami sebagai bentuk penghinaan terhadap agama Islam serta para ulama.
Dalam lanjutannya ia meminta agar pelaku perbuatan yang mengundang amarah dan perpecahan di antara umat Islam itu dihukum setimpal.
Sebagaimana yang telah diberitakan, kelompok yang dikenal dengan Grup Kebebasan dua minggu yang lalu membakar buku-buku Islami dengan alasan penulis buku-buku tersebut melegalkan perbudakan. Sedangkan mereka sama sekali bertentangan dengan segala bentuk perbudakan.
Sejak tahun 1981 perbudakan dianggap ilegal di Mauritania. Menurut undang-undang tahun 2007 perbudakan adalah kejahatan yang hukumannya adalah 10 tahun penjara.
1001733
captcha