IQNA

Aksi Mogok Makan Para Tawanan Palestina Adalah Awal Dari Intifada Baru

18:04 - May 09, 2012
Berita ID: 2322453
Perwakilan Gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan bahwa aksi mogok makan dari 3.500 warga Palestina di penjara-penjara Israel adalah peristiwa berharga dan penting karena dapat menjadi awal dari sebuah Intifadah baru.
Nasser Abu Sharif berbicara pada hari Selasa, 8 Mei di sebuah forum berjudul "Solidaritas 3500 Tahanan Palestina" yang diselenggarakan di Pekan Raya Buku Internasional ke-25 Teheran.
Dia menambahkan bahwa Israel tidak bisa lagi melanjutkan kejahatannya karena bangsa Palestina terus melakukan aksi perjuangan.
"Kejahatan terbesar terhadap Palestina adalah pendudukan tanah mereka oleh rezim Zionis dengan dukungan dari penjajah dan kekuatan arogan. Kejahatan serius ini dimulai pada tahun 1948 oleh penggusuran dari seperempat warga Palestina dari tanah air mereka. Mereka yang tetap hidup berada dalam kondisi memprihatinkan dan 7.500 orang dari mereka telah dipenjarakan. "
Abu Sharif mengatakan senjata utama para tahanan Palestina melawan Zionis adalah mogok makan. "Aksi mogok makan pernah dilakukan di masa lalu tetapi yang satu ini sangat signifikan bagi dunia HAM dan politik karena 3.500 tawanan Palestina telah mengambil bagian di dalamnya."
Perwakilan dari Gerakan Jihad Islam lebih menghargai dukungan Republik Islam Iran untuk Palestina dan menyatakan harapannya bahwa negara-negara Muslim lainnya pasti akan menyusul memberikan dukungan.
Forum "Solidaritas 3.500 Tahanan Palestina" ini diselenggarakan di pameran buku internasional Tehran bagian Kebangkitan Islami.
1003598
captcha