Hujjatul Islam wal Muslimin Sayid Mahdi Taqawi, pimpinan Lembaga Aktifitas Qur'ani Para Mahasiswa Negara dan Penyelenggara Perlombaan Internasional Qur'an keempat khusus Mahasiswa Muslim dalam wawancara dengan wartawan IQNA menyatakan: "Perlombaan ini diadakan pada tanggal 11 hingga 15 Mei tahun ini di kota Tabriz, Iran."
Ia melanjutkan: "Acara pembukaan perlombaan ini bertepatan dengan hari wafatnya Imam Ja'far Shadiq as, sekaligus menjadi pengingat bahwa di masa hidup beliau adalah masa berkembangnya fiqih Syiah dan era Imam Shadiq as adalah simbol keilmuan dan kefakihan, yang mana di era itulah ilmu melesat dan tersebar ke seluruh penjuru dunia."
Ia menambahkan: "Di jaman Imam Shadiq as sering terlihat erkembangan ilmu secara kualitas dan kuantitas serta lahirnya ilmu-ilmu baru dari dalam Al-Qur'an. Dalam acara itu kami menyampaikan kepada mahasiswa Muslim dunia yang hadir dalam perlombaan ini bahwa era Imam Shadiq as adalah era yang perlu dijadikan sebagai contoh untuk mengembangkan ilmu."
Hujjatul Islam wal Muslimin Taqawi menjelaskan: "Kelas-kelas pelajaran Imam Shadiq as tidak khusus untuk orang-orang Syiah saja, namun seluruh firqah Islami hadir dalam kelas itu, dan kurang lebih seluruh ulama aliran Ahlu Sunah adalah murid Imam Shadiq as. Masalah ini dapat kita jadikan pemicu persatuan umat Islam saat ini."
Kota Tabriz menjadi tuan rumah perlombaan
Presdir IQNA dalam menjelaskan mengapa Tabriz yang dipilih menjadi kota berlangsungnya perlombaan berkata: "Kota Tabriz dari segi kebudayaan, khususnya bagi Hauzah Ilmiah, adalah kota yang penting. Banyak ahli tafsir dan ulama lainnya seperti Allamah Thabathabai berasal dari kota itu. Selain itu penduduk Tabriz memiliki kecenderungan khas kepada Qur'an dan Ahlul Bait as."
Ia melanjutkan: "Kecintaan mereka terhadap Al-Qur'an dan Ahlul Bait as yang tak dapat digambarkan ini hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar hadir di tengah-tengah mereka. Oleh karena itu para penanggung jawab kota Tabriz dan propinsi Azarbaijan Timur, khususnya Imam Jum'at Tabriz mengambil langkah untuk dilaksanakannya perlombaan ini."
Penyelenggara perlombaan Qur'an di Tabriz menjelaskan: "Para penanggung jawab dan tim kami mengusahakan yang terbaik untuk berjalannya perlombaan ini baik dari segi kualitas maupun kuantitas."
Proses penyelenggaraan perlombaan telah dimulai sejak setengah tahun yang lalu
Pimpinan Lembaga Aktifitas-Aktifitas QUr'ani Para Mahasiswa Negara menyatakan: "Kami berniat untuk berunding dengan para penanggung jawab Qur'ani di Iraq untuk memberi kesempatan kepada para peserta perlombaan untuk berkunjung ke Iraq dan mendapatkan program-program tambahan di sana."
Ia juga sempat menjelaskan proses penyelenggaraan perlombaan seraya berkata: "Komite penyelenggara perlombaan ini sebagian dari Lembaga Aktifitas-Aktifitas Qur'ani Para Mahasiswa Negara dan sebagian lagi dari kota Tabriz yang secara terpadu bekerjasama dengan baik."
Presdir IQNA juga menyinggung masalah kejurian dalam perlombaan ini dan berkata: "Telah dibicarakan bersama bahwa tim juri yang akan menilai dalam perlombaan ini harus merupakan yang terbaik dan terdiri dari juri dari dalam Iran dan luar negeri."
Hujjatul Islam wal Muslimin Taqawi menjelaskan: "Banyak sekali perwakilan negara-negara asing yang hadir di perlombaan ini yang diundang melalui lembaga-lembaga tertentu seperti Lembaga Kebudayaan dan Perhubungan Islami, Lembaga Wakaf dan Amal, Kementerian Pendidikan dan Penelitian, dan..."
Perlombaan internasional Qur'an untuk para mahasiswa adalah gerakan menuju persatuan
Di akhir kesempatan wawancara beliau menambahkan: "Perlombaan internasional Qur'an untuk para mahasiswa adalah simbol persatuan dan gerakan bersama di bawah naungan kesatuan Islami. Diharapkan dengan diselenggarakannya program ini dapat terwujud gerakan-gerakan baru yang agung dengan poros Qur'an dan pengetahuan Islami secara serius dan berkesinambungan."
1005872