IQNA - Sebuah salinan Alquran dinodai di bagian luar Masjid Agung di Stockholm, ibu kota Swedia, untuk ketiga kalinya sejak Desember 2025, pada Jumat pagi.
Menurut Iqna melansir Alcombs, Mahmoud Al-Khalfi—Imam sekaligus Direktur Masjid Agung Stockholm—menyampaikan kabar bahwa pada Jumat pagi, 14 Agustus, sebuah mushaf Alquran kembali dinistakan di halaman luar masjid; ini merupakan insiden ketiga semacam itu sejak Desember 2025.
Al-Khalfi melampirkan foto pada sebuah unggahan Facebook yang memperlihatkan sebuah mushaf Alquran—dengan sampul yang berlubang—tergantung pada pagar di luar masjid menggunakan rantai dan gembok.
Imam Masjid: Serangan anti-Islam Terus Berulang
Al-Khalfi menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11 pagi dan menyebutkan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian serangan berulang terhadap Alquran di depan masjid.
Ia menambahkan bahwa, menurut pandangannya, peristiwa-peristiwa tersebut membawa pesan yang bertujuan untuk menghina Alquran, mengintimidasi umat Islam, dan memicu kebencian terhadap mereka.
Ia mencatat bahwa insiden-insiden ini bukan lagi kejadian yang berdiri sendiri, melainkan terjadi bersamaan dengan meningkatnya apa yang ia gambarkan sebagai "retorika rasis dan provokatif terhadap umat Islam di Swedia."
Al-Khalfi mendesak pihak berwenang dan masyarakat Swedia untuk mengambil sikap tegas terhadap serangan-serangan ini, seraya menegaskan bahwa menyikapi tindakan tersebut bukan sekadar membela umat Islam, melainkan juga mencakup upaya menjunjung tinggi nilai-nilai harmoni dan saling menghormati, serta menolak rasisme, hasutan, dan kebencian berbasis agama.
Sejauh ini, belum ada informasi resmi yang dirilis oleh pihak kepolisian yang mengonfirmasi rincian insiden tersebut ataupun identitas pelakunya.
Para pengamat internasional meyakini bahwa partai-partai sayap kanan di Swedia -dengan melancarkan praktik yang bertujuan mempermalukan umat Islam melalui tindakan seperti penistaan dan pembakaran Alquran- berupaya mengaitkan berbagai masalah di negara itu dengan keberadaan umat Islam, serta pada akhirnya bertujuan mengurangi imigrasi Muslim ke negara tersebut dan mendorong mereka untuk pergi dari sana. (HRY)