IQNA - Rangkaian kegiatan Kompetisi Penghargaan Internasional Raja Mohammed VI ke-20 untuk kategori hafalan, tartil, tajwid, dan tafsir Alquran berakhir pada hari Kamis (13 Agustus) di Rabat, ibu kota Maroko.
Menurut Iqna melansir 21st Circuit, kompetisi tersebut dimulai pada hari Senin (10 Agustus 2026) dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, Duta Besar Arab Saudi untuk Maroko Sami bin Abdullah Al-Saleh, para duta besar dari sejumlah negara Arab dan Islam, Direktur Jenderal ISESCO Salem bin Muhammad Al-Malik, serta sejumlah ulama, dan berlangsung selama empat hari.
Dalam kompetisi ini, 83 hafiz dan qari dari 53 negara di lima benua berpartisipasi dan bersaing dalam berbagai kategori.
Kompetisi ini terdiri dari dua bagian: Menghafal seluruh Alquran beserta tartil dan tafsir, serta menghafal lima hizb secara berurutan dengan tajwid dan performa yang baik.
Acara tahun ini diikuti oleh 41 peserta dalam kategori hafalan lengkap Alquran beserta tartil dan tafsir, serta 42 peserta dalam kategori Tajwid dengan hafalan lima hizb.
Kompetisi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memajukan upaya pengabdian kepada Alquran, mendorong penghafalan dan perenungan isinya, mengikuti sunnah Nabi (saw) dalam membaca dan mempelajari Alquran, serta memperdalam pemahaman mengenai aspek-aspek retorika Alquran. (HRY)