Menurut laporan IQNA, menukil dari warta berita Al-Alam, secara mencurigakan Ahmad Syafiq, mantan perdana menteri rezim Mubarak yang terakhir, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti putaran kedua pemilu Mesir. Para aktivis merasa revolusi berada di nafas-nafas terakhirnya dan satu-satunya jalan untuk menjaga revolusi adalah aksi protes.
Sekelompok aktivis menekankan agar Muhammad Morsi, calon dari partai Kebebasan dan Keadilan yang berada di bawah naungan Ikhwanul Muslimin yang sempat memenangkan pemilu putaran pertama agar Ahmad Syafiq tidak mendapatkan kesempatan menang di putaran kedua. Sebagian yang lain malah menentang sama sekali diulangnya pemilu.
Berdasarkan data statistik tak resmi, Muhammad Morsi dan Ahmad Syafiq dalam pemilu pertam secara beruruta menempati posisi pertama dan kedua.
Gerakan Ikhwanul Muslimin menyatakan bahwa kemenangan Ahmad Syafiq di pemilu kedua adalah bahaya besar bagi bangsa Mesir dan menghimbau semua pihak untuk mencegah kemenangannya, karena ia adalah calon dari rezim sebelumnya.
1016730