Menurut laporan IQNA, menukil dari surat kabar Ar-Ra'y cetakan Jordania, aksi demo tersebut dimulai dengan ajakan Gerakan Islami Jordania, Persatuan Rakyat dan Pemuda, serta kabilah-kabilah negara itu di depan masjid jami' Al-Husaini kota Oman, ibu kota Jordania.
Unjuk rasa tersebut dihadiri oleh pembesar-pembesar aktivis Islami dan tokoh-tokoh ternama serta pemimpin kabilah-kabilah Jordania. Mereka menuntut terwujudnya perubahan di negara itu.
Para pengunjuk rasa menuntut digabungnya parlemen dengan pemerintah serta disahkannya undang-undang baru yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan dan kehendak rakyat.
Mereka meminta pemerintah agar menanggapi permintaan rakyat dengan serius. Mereka mengatakan: "Jika permintaan kami tidak ditanggapi dengan serius, aksi unjuk rasa ini akan terus berlanjut hingga kapanpun."
Berdasarkan laporan tersebut, aksi demo para aktivis Bahrain dikontrol secara ketat oleh polisi dan pihak keamanan. Sedangkan para demonstran terus meneriakkan yel-yel mereka sambil mengibarkan bendera Jordania.
Dalam aksi unjuk rasa itu mereka berkumpul di bundaran An-Nakhil yang mana di situ para wakil dari partai-partai Islami Jordan berpidato di atas mimbar.
1016783